Artikel

Mau Sehat?

Ada kata-kata bijak yang selalu saya ingat. Life is a gift, but health is a responsibility. Hidup adalah anugerah, tetapi sehat adalah tanggung jawab. Percaya? Ya nyawa, siapa yang bisa bikin nyawa? Nyawa adalah anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Swt. Tetapi untuk menjadi sehat, kita memang harus berusaha. Sehat adalah tanggung jawab setiap manusia untuk memperolehnya, mengusahakannya. Untuk menjadi sehat, tidak cukup hanya dengan menunggu datangnya anugerah dari Allah Swt. Tidak cukup hanya dengan berdoá. Malah sesungguhnya kita dilarang berdoá sebelum berusaha untuk memperoleh kesehatan. Memang, ada di dalam kesehatan itu unsur rahmat dan anugerah dari Allah Swt. Tetapi unsur utamanya adalah usaha. Bukankah Allah Swt. tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika kaum itu sendiri tidak berusaha mengubahnya? Inilah dasar utama untuk menjadi sehat. Sekali lagi, hidup memang anugerah dari Allah Swt., tetapi sehat adalah tanggung jawab kita sebagai hamba Allah Swt. yang harus beribadah kepada-Nya. Ibadah dalam pengertian luas, bukan hanya ibadah mahdhoh, tetapi juga ibadah ghoiru mahdhoh. Ibadah mahdhoh adalah ibadah yang murni ibadah semata-mata untuk dan kepada Allah Swt. dan sesuai dengan tuntunan dari Allah dan Rasul-Nya, seperti shalat, puasa, dsb. Para ulama menjelaskan bahwa ibadah mahdhoh yang dikerjakan tanpa adanya tuntunan dari Allah, jelas sebagai amalan yang sia-sia, karena amalan tersebut tertolak.
Lalu, apakah itu ibadah ghoiru mahdhoh? Apa hubungannya dengan hidup sehat? Ibadah ghoiru mahdhoh adalah ibadah yang bukan murni sebagai ibadah, namun ibadah itu bernilai ibadah, jika diniatkan karena Allah Swt., seperi bekerja untuk menjadi nafkah, tersenyum untuk orang lain, tolong menolong dengan sesama, dan banyak contoh yang lain, termasuk di dalamnya berusaha untuk hidup sehat. Asalkan semua itu dilakukan hanya karena Allah Swt.
Konsep Hidup Sehat
Banyak jalan menuju Mekah. Dahulu, menuju Mekah kita menggunakan kapal laut. Sekarang kita pergi naik haji ke Mekah menggunakan pesawat yang canggih. Demikian juga menjadi sehat. Salah satu konsep menjadi sehat adalah SEHAT DAN BAHAGIA DENGAN CINTA. Apa dasar teorinya? Menurut biologi, tubuh manusia terdiri atas sel-sel dan gen-gen sebanyak 70 trilyun. Nggak percaya? Hitung sendiri. Demikianlah kata ahli kedokteran. Semua sel dan gen tersebut ibarat sebagai pasukan tentara dalam tubuh yang hanya akan melaksanakan tugasnya atas perintah dari OTAK dan HATI kita. Otak dan hati ibarat presiden dan perdana menteri, dan semua sel dan gen dalam tubuh ini hanya bisa menjawab YA. Tidak pernah menjawab TIDAK. Dengan demikian, JANGAN PERNAH berfikir atau merasakan SAKIT, karena semua sel dan gen tersebut akan membuatnya SAKIT. Jadi apa yang kita pikirkan dan rasakan akan langsung dilaksanakan oleh pasukan sel dan gen tersebut. Oleh karena itu, maka senantiasa berfikirlah dan merasakan POSITIF karena pasukan sel dan gen akan melaksanakan POSITIF. Sebaliknya, jika berfikir dan merasakan yang sebaliknya, maka demikianlah yang dilaksanakan oleh sel dan gen dalam tubuh kita. ‘
Bagaimana praktiknya? Para dokter ketimuran memberikan cara sebagai berikut. Pertama, jika ada gejala pada tubuh kita, jangan sekali-kali tergesa-gesa Anda berfikir dan merasakan sakit. Misalnya, jika suatu saat kita bersin-bersin, maka uscapkanlah Alhamdulillah, karena sesungguhnya bersin tersebut merupakan cara Allah Swt. membuang sakit yang ada pada tubuh kita. Bersin tersebut sesungguhnya cara alami membuang sakit yang ada pada tubuh kita. Oleh karena itu, ketika kita bersin, Anda jangan sekali-kali berfikir atau merasa bahwa Anda telah sakit, karena semua sel dan gen pada tubuh Anda akan mengatakan YA tubuh Anda benar-benar sakit. Kedua, nyatakanlah CINTA kepada tubuh Anda. Ketika Anda mau tidur, maka bacalah doá tidur, dan setelah itu peganglah tubuh yang Anda rasakan SOME THING WRONG, dan ucapkan TERIMA KASIH karena selama ini sel-sel dan gen telah bekerja karena Allah Swt membuat tubuh kita sehat. Ucapkanlah begini. “Jantungku yang saya cintai, terima kasih, karena selama ini sel dan gen telah bekerja keras dalam tubuhku”, “maafkanlah, karena selama ini tidak pernah menyapamu”. Demikian seterusnya setiap kita mau tidur. Demikian pula jika ada sesuatu yang perlu untuk berdoá kepada Allah Swt. dan menyapa CINTA kepada tubuh kita. Insyallah, tubuh kita akan SEHAT.
Sepuluh Kiat Hidup Sehat Tanpa Obat
Dalam laman pribadi saya http://www.suparlan.com, yang telah menulis judul tersebut dan memperoleh respon dari 46 komentar dari pembaca yang menyatakan pentingnya kiat tersebut. Pertama, kenali diri kita, baik fisik maupun kejiwaan. Mengenal diri memang lebih mudah untuk melakukan, tetapi ACTION yang harus kita lakukan sering lebih sulit. Misalnya, Anda telah menjadi terlalu gemuk karena setelah hidup sejahtera, dan karenanya sudah terlalu banyak lemak dan karbohidrat. Apalagi usia sudal menginjak angka lima. Oleh karena itu gejala tekanan darah tinggi dan kolesteorol. Mengurangi makanan yang beresiko tinggi tentu tidak mudah, bukan? Contoh lain tentang rokok. Siapa yang tidak tahu bahwa merokok dapat menimbulkan penyakit, tetapi untuk menghentikannya ternyata menjadi hal yang tidak mudah. Kedua, jangan terburu-buru merasa sakit dan mimum obat kimia. Hanya karena bersin, batuk, atau merasa agak demam, kita sering memutuskan untuk segera minum obat, apalagi itu obat kimiawi. Padalah dengan sedikit istirahat, gejalan sakit itu akan segara hilang, apalagi dengan melakukan konsep sehat dan bahagia dengan cinta. Dengan batuk, bersin, sebenarnya tubuh sedang berusaha mengeluarkan kuman penyakit dari tubuh. Deman berkeringat merupakan tanda tubuh sedang melawan serangan dari kuman. Apalagi jika menerapkan SEHAT DENGAN CINTA. Ketiga, usaha membuat variasi makanan sehari-hari. Membuat variasai makanan dapat membuatnya saling melengkapi kekurangan dari jenis yang lain. Misalnya, jika kita terbiasa makan daging, sebaiknya sekali-kai kita perlu makan ikan segar, tempe, dan tahu sebagai selingan. Bahkan ditambah dengan sayur-mayur dan buah-buahan. Keempat, menyesuaikan konsumsi makanan dengan tingkatan umur. Macam dan jumlah gizi yang dibutuhkan memang berbeda-beda sesuai dengan umur. Pada usia anak-anak diperlukan banyak nutrisi yang tinggi dari berbagai unsur dalam makanan. Kebutuhan karbohidrat dan lemak memang diperlukan ketika kita masih muda, tetapi kehutuhan untuk usia manula tidak sebesar itu, karena kegiatan fisik pada usia tua sudah menurun. Bagaimana mengurangi karbohidrat dan lemak? Cara sederhana adalah mengurangi porsi nasi dan goreng-gorengan. Sebaliknya kebutuhan vitamin, air justru harus diperbanyak. Zat-zat ini sangat diperlukan untuk memperlancar metabolisme tubuh. Perlu diketahui bahwa vitamin alamiah jauh lebih baik dan aman, seperti yang terkandung dalam sayur-sayuran dan buah-buahan. Kelima, berolah raga teratur sesuai dengan kemampuan. Olah raga sangat diperlukan untuk menjaga kebugaran tubuh, karena olah raga teratur akan memperlancar peredaran darah. Senam (seperti senam tera Indonesia), renang, dan jalan kaki menjadi olah raga yang penting. Kenam, selalu menjaga kebersihan. Kebersihan memang sebagian dari iman. Lingkungan yang bersih membuat tubuh kita bersih dan sehat, baik jasmani dan rohani. Halaman yang bersih, indah, dan asri mempengaruhi penghuninya. Kondisi inti dapat mencegah penyakit jasmani karena infeksi kulit, alergi debu, flu, di samping penyakit rohani seperti stres, depresi, frustasi, yang boleh jadi menjadi biang kerok menurunnya sistem kekebalan tubuh. Ketujuh, meluangkan waktu untuk bersantai. Bersantai secukupnya berfungsi untuk memulihkan kembali daya tahan tubuh kita. Kondisi badan yang terlalu penat, akan menurunkan kekebalan tubuh kita. Denagn santai yang efektif tidak akan mengurangi produktivitas kerja, bahkan sebaliknya. Kedelapan, kembali ke alam. Sejak lama, tanaman obat telah menjadi obat mujarab untuk mencegah dan menyembuhkan penyakit. Dalam tayanan transtv diberitakan bahwa tanaman sambiloto telah dipatenkan oleh Amerika Serikat sebagai pencegah dan penyembuh penyakit HIV. Bagaimana dengan negeri sendiri? Kesembilan, mengolah pernafasan. Teknik menahan nafas sampai dengan hitungan 15 bisa menahan oksigen dalam badan lebih lama daripada biasanya. Oksigen yang segera dikeluarkan kurang optimal dimanfaatkan oleh tubuh. Karena itu STI menjadi penting. Kesepuluh, menggemari bacaan tentang kesehatan. Memang kita harus mempunyai kegemaran membaca. Bangsa ini mengalami tragedi nol buku di sekolah, karena tidak pernah ada kewajiban untuk membaca buku di sekolah-sekolah kita. Taufik Ismail, seorang penyair terkenal negeri ini telah mengingatkan hal tersebut.
Masih Mau Sehat?
Orang bilang, menjadi orang sehat itu memerlukan biaya yang mahal. Padahal sebenarnya sebaliknya, yakni orang sakit yang memelukan biaya mahal sekali. Jika pembaca menderika sakit jantung, berapa biaya yang diperlukan untuk membeli obat? Berapa biaya operasi yang harus dikeluarkan? Sebaliknya, orang yang sehat tidak memerlukan apa-apa. Hanya memerlukan usaha untuk mengamalkan “sepuluh kiat hidup sehat tanpa obat”. Selamat mencoba dan berusaha, karena ini termasuk ibadah ghoiru mahdhoh yang harus kita lakukan. Semoga Allah Swt. mengabulkan permohonan kita. Amin.
*) Surel: me@suparlan.com; Laman pribadi: http://www.suparlan.com.
Depok, 12 Maret 2015.

2 thoughts on “Mau Sehat?

  1. Assalamualaikum warohmatulloh,
    Sungguh sarat akan makna tentang permasalahan kesehatan yang bapak paparkan pada post kali ini. Jika boleh saya menambahkan dengan sedikit mengutip dari Hadist Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wasallam :
    Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

    “Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599)
    dapat kita simpulkan bahwa apabila segumpal daging tersebut terkena penyakit, baik itu sakit fisik (Penyakit Jantung) atau sakit secara rohani ( tidak takut pada Allah, merasa aman dari siksa-Nya, tidak bertakwa dan lain sebagainya) maka sakit pula seluruh jasad kita…Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *