ArtikelBudayaPendidikan

Alumni Geografi 1969: Satu Proyek Kebahagiaan

Oleh: Suparlan *)

 Entah tanggal dan bulan berapa persisnya.  Tapi tahunnya antara 2014-an – 2015-an. Tiga kali pertemuan alumni Geografi yang dapat saya hadiri. Pertama di rumah Pak Kamisan. Kemudian di rumah Ibu Endang – kalau nggak salah – dan kemudian di rumah Mbak Amik, mbakku yang paling cantik. Hampir semua alumni hadir dalam kesempatan itu. Oleh karena itu, saya bertekat untuk menghadiri, meski hanya sehari di Malang. Idep-idep nyambangi adik sendiri di Kota Malang. Alhamdulillah, semua dapat dipenuhi. Meski pulangnya agak buru-buru, karena harus memenuhi program berikutnya di Jakarta. Maklum, meski sudah pensiun dua belas tahun, saya masih punya tugas tambahan menjadi menjadi kongkonane sultan. Ya begitulah, reuni di Malang menjadi keharusan untuk menghadiri. Maklum Pak Parman adalah teman sekamar indekosan. Hanya beda m dan l saja. Dan Mbak Amiek adalah seperti mbakku sendiri. Entahlah nggak usah diceritakan. Yang paling penting reuni kali ini menjadi proyek kebahagiaan yang sekian kalinya. Sayang, rencana mengajak istri saya nggak jadi. Pertama ia masih ada tugas mengajar. Kedua dia baru saja pulang dari rekreasi di Bima NTB.

Dalam reuni ini, saya minta waktu kepada Mbak Amiek untuk bicara lebih lama. Ada saja yang ingin saya ceritakan kepada teman-teman. Yahh, ada prinsip yang harus saya tunaikan. Pertama, ilmu itu harus dipelajari. Kedua, ilmu itu harus diamalkan. Ketiga, ilmu itu harus ditularkan. Yang ketiga inilah yang harus saya sampaikan kepada teman-teman. Sayang, saya bukan orang yang pandai ngomong, meski sedikit bisa menulis. Yah, pokoknya ngomong dari hati ke hati.

Tentang apa? Ya tentang pendidikan, karena pendidikan itu juga kehidupan. Education is life itself. Pendidikan di negeri ini belum dapat membuat manusia yang jujur sebagai yang kita cita-citakan bersama. Ternnyata ada orang yang menemukan bahwa menjadikan orang jujur itu akan mengalami kesulitan di negeri ini. Tidak bisa, katanya. Mengapa? Karena dari 45 butir-butir pengamalan Pancasila yang hampir dapat kita hafalkan itu, ternyata kata “jujur” tidak nongol di sana. Ketika hal ini saya kemukakan dalam pertemuan reuni tersebut, seorang teman alumni tapi lulusan Civic Hukum memberikan komentar. “Pak Parlan, kata jujur itu memang tidak akan muncul secara eksplisit” dalam butir-butir sila-sila Pancasila itu!  Maka diskusi pun dimulai.

“Mengapa tidak harus eksplisit?” balas saya kepada beliau. Bukankah butir-butir pengamalan sila-sila Pancasila itu merupakan penjabaran secara operasional Pancasila! Menurut saya, kealpaan kata-kata jujur tersebut merupakan kelalaian para perumus 45 butir-butir pengamalan Pancasila. Kata jujur tidak harus dikembalikan kepada sumbernya sila-sila Pancasila, tetapi harus dijabarkan ke dalam butir-butir pengamalan Pancasila.

Diskusi tersebut pastilah tidak akan selesai. Waktu terus berlalu. Saya pun harus memikirkan untuk siap-siap kembali ke Jakarta, karena jam keberangkatan pesawat Garuda harus saya hitung supaya tidak terlambat boarding. Maaf, diskusi ini masih harus kita teruskan dalam pertemuan alumni berikutnya. Kalau teman-teman masih berkenan untuk membahasnya. Teman-teman Geografi tidak akan seantusias dengan teman lulusan Civic Hukum, karena teman-teman lulusan geografi yang dipelajari soal garis lintang dan garis bujur. Bukan soal kejujuran dan pengamalan Pancasila, dan tulisan saya lebih akan membicarakan alumni Geografi itu sendiri. Dalam daftar alumni tercatas 35 anggota alumni yang rencananya akan ditulis dalam sebuah buku kecil tentang RHS (Riwayat Hidup Singkat). Sudah dimulai memang, oleh Mbak Katipah, yang telah meminta anaknya yang cerdas untuk menulis. Juga Mbak Jumiah. Tapi yang lain belum apa-apa. Ini menunjukkan data bahwa negeri ini memang memiliki masalah tragedi nol buku seperti yang dikemukakan oleh penyair senior Taufik Ismail. Kemampuan baca siswa SD di Indonesia lebih rendah dibandingkan dengan Vietnam. Sungguh memalukan, karena Vietnam adalah negara yang baru saja merdeka. Sedangkan Indonesia sudah merdeka jauh sebelumnya. Apakah kita tidak malu dengan negara Vietnam?

Baiklah, kita kembali kepada teman-teman alumni Geografi 1969 yang bertekat untuk insyaallah dapat kumpul-kumpul paling tidak akan diadakan dua kali dalam setahun. Daftar teman-teman alumni Geografi 1969 adalah:

1. AGUS SALIM Jl. Sidoagung 81 A Singosari Malang 087859900108
2. ALIEK SOETRISNO Jl Gajah Mada 45 Gedangrowo RT 04 RW 03, Prambon Sidoarjo 082142874440
4. DJUMIATI Jl. MT Haryono III/33  Tulungagung 081330980709
5. ENDANG YUSIANA Jl. Towuti Raya G- 3  F–14 Perum Sawojajar Malang 082142818138
6. EDY SULISTYO Jl. Sudewo 125 Tumpang Malang    03417614223 085649844552
7. IMAM SUDJOKO Jl. Kerto Asri 110, Ketawang Gede Dinoyo Malang
8. KAMSINAH Jl. Sumbersari Gg. IV/225 Malang 081334620700
1. AGUS SALIM Jl. Sidoagung 81 A Singosari Malang 087859900108
2. ALIEK SOETRISNO Jl Gajah Mada 45 Gedangrowo RT 04 RW 03, Prambon Sidoarjo 082142874440
4. DJUMIATI Jl. MT Haryono III/33  Tulungagung 081330980709
5. ENDANG YUSIANA Jl. Towuti Raya G- 3  F–14 Perum Sawojajar Malang 082142818138
6. EDY SULISTYO Jl. Sudewo 125 Tumpang Malang    03417614223 085649844552
7. IMAM SUDJOKO Jl. Kerto Asri 110, Ketawang Gede Dinoyo Malang
8. KAMSINAH Jl. Sumbersari Gg. IV/225 Malang 081334620700
9. KAMISAN ADI   SANTIKO Jl. D. Ranau G-2 B-5 Perum Sawojajar Malang 03417436665
10. KARMANI SUKARJADI Jl. Mergan Lori 615 F Malang
11. KATIPAH Jl. Raya Pojok No. 8, Garum Blitar 085791653565
12. K. SETYO BUDI Jl. Anggrek Gg.4 /5, Situbondo 082142198345
13. KOMARIYAH Wajak Lor ,Tulungagung 03557757301
14. PUDJI HANDAYANI Jl. Sangadi 100 Wates Wonomulyo Poncokusumo Malang 0341 7803628
15. SAMAD SUBAGYO D/a Susti/ Perum Tunggul Wulung N-1 Malang
16. SUDARMADJI Mangunan RT 04/03 Udan Awu Srengat, Blitar 085730772508
17. SUDONO Jl. Raya Candi II Klaseman Malang 081555602662
18. SUHADJI Jl. Arief Rahman Hakim 15A Krajan Cekok,Babatan  Pono 081335228746
19. SUHERMAN  Jl. Kol. Sugiono Gg. VI/10 Ciptomulyo  Malang 085755652236
20. SUMIATI Jl. Raya Trisula 3 Kademangan, Blitar 8113615374
21. SUPARLAN Taman Depok Permai Blok D Nomor 6 Depok II Timur Kota Depok. 0817727042

08119997042

22. SUPARMAN Jl. Widas Blok L-14 Perum. Srikandi Malang 085649699041
23. SUWARNI Perum. Bukit Cemara Tujuh V/97 Malang 082148970218
24. SUZANAH Jl. Jagung Suprapto I E 263 Malang; Jl. Subali 10 K-13 0341723954
25. SRI SUDARMI Jl. Kemuning 5 Perum. Sengkaling Indah II Malang 087859157499
26. SRI SUNARTI Jl. Cokroaminoto Gg. I/ 4 Blitar 085234529000
27. SURYANINGSIH Tulungagung 085785174047
28. SUHERMINAH Jl. BLPP Gg. Srikoyo Bangun Tapan Bambu Yogyakarta 087881150364/081931853000
29. KASMINARTI 087881150364
30. KASENI DIYANTO
31. SURATMAN (alm) Watusigar, Srigonco, Bantur Malang Selatan
32. MULYONO (alm) Perum. Bandulan Baru 34  Malang
33. SUSISNO (alm)
34. NANUK (alm)
35. SLAMET HADIONO (alm)

Dari 45 anggota alumni Geografi 1969 tersebut, ternyata ada lima orang anggota alumnia yang sudah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Sayangnya, gagasan pertemuan alumni ini juga sudah agak terlambat. Dengan demikian, programnya ya sekedar untuk dapat kumpul-kumpul saja, terutama untuk saling menjalin kenangan masa lalu, dan paling penting adalah untuk saling doa-mendoakan. Yahh lumayan, insya Allah. Amin.

*) Laman: www.suparlan.com; Surel: me@suparlan.com

Jakarta, 14 Mei 2016.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *