ArtikelBudayaPendidikan

Riwayat Hidup Singkat (RHS) Alumni Jurusan Geografi IKIP Malang 1969

Bestari Institute (BI)

Taman Depok Permai Blok D Nomor 6

Depok IITimur, Kota Depok

2015


Pengantar

Inilah goresan pena para alumni Geografi Tahun 1969. Para alumni bermimpi untuk saling bertemu, any where and any time, untuk melepas rindu setelah empat puluh lima tahun tidak bertemu. Semua sudah pensiun, dan semua sudah bercucu. Menjadi MC atau momong cucu adalah kerja yang membuatnya bahagia. Bagaimana pun juga keluarga adalah segalanya.

Setelah lama tidak bersua, dan setelah lama juga tidak saling bercanda ria, suatu ketika mengadakan reuni di Kota Malang. Tempat merajut kenangan sebagai mahasiswa. Bersama-sama bersama-sama studi di kampus tercinta, IKIP Malang. Ya, itulah kenangan lama, ketika para alumni saling bersama, dan saling bercerita apa saja. Pernah tidak punya beras dan kemudian saling meminta. Pernah suatu ketika tidak  datang kiriman, dan saling berbagi.

Empat puluh lima tahun yang lalu. Para alumni Geografi 1969 ingin merajut mimpi kembali, mengumpulkan kenangan, dengan mencoba menuliskan RHS (riwayat hidup singkat, menurut istilah Mbak Jum dari Srengat). Sekelumit jelak perjalanan, sejak awal menjadi guru untuk mengabdi kepada negeri. Sampai pensiun. Menunggu panggilan Illahi. Insyaallah khusnul khotimah.

Inilah kumpulan jejak perjalanan kehidupan para alumni Geografi Tahun 1969. Kini bertebaran entah entah di mana. Sudah saling tidak bersua. Allah berfirman memang. Setelah subuh, segeralah bertebaran ke muka bumi untuk mencari penghidupan. Seritanya ada di buku kecil ini. Buku Kumpulan Riwayat Hidup Singkat. Alumni Geografi Tahun 1969. Dapat dibaca di kala usia sudah menjelang senja, dapat menjadi pelajaran bagi pembaca. Juga bagi anak curu dan keturunan kita. Buku ini akan bercerita tentang segala kisah, ketika hidup susah dan duka, juga ketika meniti jalan setapak menanjak. Bekerja mencari sesuap nasi, semangkuk berlian? Akhirnya sampailah ke ujung cerita.

Selamat membaca, dan selamat berceria. Amin, kita panjatkan semoga Allah memberkati kita semua. Amin, yarobbal alamin.

Depok, 20 Mei 2014.

Daftar Isi

Pengantar. i

Daftar Isi ii

Pengantar. i

  1. Katipah: Mengubah Impian Menjadi Kenyataan. 3
  2. Suparlan, Dari Pamekasan Sampai Jakarta. 6

 

 

 

 

 


Pengantar

***

Happiness is the meaning and the purpose of life, the whole aim and end of human existence. Kebahagiaan adalah hakikat dan tujuan kehidupan, seluruh tujuan dan akhir eksistensi kemanusiaan

(Aristoteles)

***

Manusia adalah mahluk tertinggi derajatnya. Puncak tujuan hidup adalah kebahagiaan. Buku bertajuk “The Happiness Project” karangan Gretchen Rubin. Buku yang dikenal sebagai the best seller oleh harian the New York Time ini mengingatkan kepada kita bahwa membangun hubungan sesama teman lama menjadi salah satu proyek kebagagiaan. Yang pantas kita lakukan. Saling telepon teman-teman lama adalah proyek kebahagiaan, organisasi kekeluargaan ini.

Bahagia itu super mudah. Bukan susah-susah amat. Karena bahagia itu dari sini. Bukan dari sono. Dari sini. Dari faktor intern. Bukan faktor ekstern.  Upaya Pak Kamisan dan Pak Suparman membentuk Alumni Geografi 1996 perlu kita hargai. Mengadakan reuni Geografi 1969 apa lagi. Kita perlu apresiasi. Semua itu menjadi alat untuk mencapai kebagagiaan. Islam sendiri, meyebutkan bahwa silaturahim dapat memperpanjang usia, dan Islam juga menyatakan bahwa “manusia yang mulia adalah yang panjang umurnya dan banyak amalnya”.

Pada tanggal 10 Februari 2014 sahabat- sahabat alumni Geografi 1969 hadir dalam pertemuan alumni di rumah Mas Kamisan Adi Santiko, koordinator  Senang sekali dapat berjumpa dengan kawan satu alumni setelah tidak berjumpa empat puluh lima tahun lamanya. Setelah terpisah selama empat puluh lima tahun tidak berjumpa.

Bayangkan. Perjumpaan yang seharusnya dinanti-nantikan, dan oleh karena itu maka ingin rasanya “kangen sekali” dapat diluahkan dalam acara reuni. Eeee ….. ternyata angan-angan Mas Sudarmaji itu sama sekali tidak terjadi. Mas Sudarmadi kecewa berat dengan susasana itu. Mengapa? Yang diharapkan akan saling mengenal dan akan saling mengingat wajah-wajah yang sudah 45 tahun tidak berjumpa itu. Ee…. Ternyata tidak!!!!! “Pak Parlan tidak kenal dengan saya!” Karena apa? Wajah Pak Sudarmadji yang dulu paling ganteng tidak kita kenal lagi. Pak Parlan yang cakep. Mbak Amik yang cantik dan tinggi itu, tidak lagi kita jumpai. Dan semuanya. Bukankah itu sebabnya?

Timbullah gagasan menjalin tali silaturahim sahabat Geografi 1969. Menulis RHS (Riwayat Hidup Singkat). Dapat menjadi buku kenang-kenangan bagi semua warga alumni Geografi 1969. Supaya tidak lagi yang saling tidak mengenal.

Menulis riwayat hidup singkat ternyata tidak mudah. Beberapa faktor penyebab. Tidak biasa menulis. Tidak ada waktu menulis. Sudah lupa apa yang akan ditulis. Maklum, kebanyakan kawan-kawan alumni ini sudah mempunyai kesibukan lain, yakni menjadi “MC” atau momong cucu. Karena itu, gagasan untuk menuliskan riwayat hidup ini baru dapat kita wujudkan setelah lama setelah tidak berjumpa lagi.

Untuk mengatasi masalah itu, Mbak Katipah punya caranya sendiri. Punya putri cantik, pintar menulis. Mbak Katipah menjadi contoh guru yang baik. Putrinya disuruh menulis sepotong cerita kehidupan. Bukan lumayan lagi, tetapi sangat kreatif dan inspiratif. Sekarang kan paradigmanya siswa yang aktif. Bukan gurunya. Heee.

Alhamdulillah, akhirnya riwayat hidup singkat kawan-kawan alumni geografi IKIP Malang Tahun 1969 ini selesai. Mudah-mudahan koleksi riwayat hidup singkat ini dapat menjadi bacaan tambahan untuk para alumni di masa senggang. Sambil menjadi bahan kenangan sewaktu sama-sama kuliah dahulu. Diharapkan RHS ini dapat membahagiakan kita di usia senja. Amin.

1. Katipah: Mengubah Impian Menjadi Kenyataan

 

Membuat impian menjadi kenyataan bukanlah hal yang mudah. Perlu usaha dan perjuangan meraih segala cita. Tidak terkecuali bagi Katipah, salah seorang guru di SMAN 1 Garum. Kehidupan yang berliku tak membuat patah semangat. Mencerdaskan anak bangsa adalah tugsa mulia. Beratnya tantangan tak menghalangi Katipah kecil meraih impiannya. Lahir di Blitar, 30 Januari 1949. Dia memulai masuk Sekolah Rakyat (SR) Dadaplangu Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar.

Selama enam tahun mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat. Lalu melanjutkan pendidikannya ke SMP Negeri 1 Srengat. Guru adalah cita-citanya sejak kecil. Puteri bungsu pasangan Imam Redjo (Alm) dan Kasminah (Alm) ini merasa bahwa profesi guru adalah sebuah profesi yang membanggakan baginya. Mengingat bahwa saat itu guru merupakan jabatan yang terhormat dan tidak banyak orang yang menekuninya. Meskipun kedua orang tuanya seorang petani, semua itu tidak menghalanginya untuk meraih cita-cita itu. Lulus dari SMP Negeri 1 Srengat, ia melanjutkan di Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Blitar. Kemudian melanjutkan di IKIP Malang. Tahun 1973 ia lulus kuliah di Fakultas Keguruan Ilmu Sosial, jurusan Geografi.

Kuliah sambil kerja menjadi langkah awalnya. Karir pendidikan adalah tujuannya. Pada tahun 1974 Katipah yang dibesarkan di desa, yang terkenal dengan sulingan bunga kenanga ini mulai mengajar di SPGN Kediri. Saat itu kebetulan guru Geografi di SPGN Kediri memang kosong. Sebelumnya kekosongan tersebut diisi oleh kepala sekolah. Namun karena akan segera pensiun, Katipah mendapatkan peluang untuk menggantikan mengajar geografi. Sebenarnya ibu satu anak ini pernah akan dikirim sebagai tenaga pengajar SMPP Palangkaraya, Kalteng pada tahun 1976. Saat itu guru mempunyai andil besar mengingat sangat minimnya guru yang ada disana. Sebenarnya transportasi dan rumah dinas telah disediakan. Namun karena anak perempuan satu-satunya, ia memilih tetap tinggal di Jawa untuk memenuhi keinginan orang tua. Di tahun yang sama ia mengajar di SPGN sebagai guru tidak tetap. Pada tahun 1979 diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di SPGN Kediri. Di Kediri mengajar samapai tahun 1982. Setelah pernikahannya dengan Harijanto Wiryo Prawiro (Alm), pada tahun 1983 pindah di Blitar. SPGN Blitar yang merupakan tempatnya menuntut ilmu dulu. Menjadi istri seorang pegawai PEMDA yang memliki andil besar di Kabupaten Blitar membuat Katipah ikut turut aktif dalam berbagai organisasi seperti Dharma Wanita dan PKK. Sebagai sub unit Bangdes (Pembangunan Desa) tahun 1982 – 1992 tiap tahun mengumpulkan ibu-ibu Dharma Wanita di rumah dinas PEMDA yang pernah ditempatinya. Selain itu, wanita yang lahir hari Minggu ini juga sering mendampingi istri bupati Blitar untuk mengadakan pembinaan dan penyuluhan PKK di desa-desa. Dengan senang hati menjalani tugas tersebut sebagai konsekuensinya menjadi istri untuk mendampingi suami. Ketika suami menjabat sebagai kepala IRWIL Kabupaten Blitar, tiap 6 bulan sekali, bapak dari Shinta Devi Harijanti (yang akrab disapa Devi) ini mengikuti Raker (Rapat Kerja) di berbagai kota di Jawa Timur. Sebagai sub unit Dharma Wanita ITWIL Kabupaten sekaligus istri dari kepala IRWIL kabupaten, mengaharuskan Katipah hadir dalam penutupan Raker tersebut guna mendapat pengarahan dari kepala IRWIL Provinsi.

Raker pertama di Hotel Banyu Biru (Jember) meninggalkan kenangan tersendiri bagi Katipah. Guyonan ibu-ibu disana membuatnya tersenyum malu. Perbedaan postur tubuh antara Katipah dengan suaminya menjadi guyonan kala itu. Lelaki yang akrab disapa Pak Hari ini bertubuh tinggi, besar, dan kekar. Sementara Katipah sebaliknya. Wanita yang menekuni dunia pendidikan selama 29 tahun ini telah merasakan asam manis kehidupan. Bersama tim penggerak ibu-ibu PKK Blitar, ia pernah berekreasi ke Negara tetangga diantaranya Batam, Singapura, dan Malaysia tahun 1995. Hadiah rekreasi bersama itu diberikan oleh Bupati Blitar berkat jerih payah ibu-ibu PKK yang berhasil memenangkan lomba pelaksanaan 10 Program Pokok PKK. Ada satu pengalaman tak terlupakan ketika menemani suami tercinta bertugas yakni mendapatkan kesempatan emas untuk berjabat tangan dengan orang nomor 1 di Era Orde Baru itu. Ketika itu presiden Soeharto dan ibu Tien Soeharto beserta rombongan berkunjung ke Blitar untuk memberikan penghargaan Kalpataru yang berhasil diraih Kabupaten Blitar pada tahun 1985.

Tahun 1990 SPG ditutup karena program pemerintah. Kemudian gurunya dialih tugaskan ke sekolah umum (SMA). Karena bertempat tinggal di Desa Pojok RT 01 RW 01 Kec. Garum, maka sekolah yang tepat adalah SMAN 1 Garum. SMAN 1 Garum adalah tempat baru baginya mengajar. Sekolah yang terletak tak jauh dari rumahnya ini membuatnya tidak kesulitan dalam menjangkau tempat tersebut. Serius Santai Selesai (3S) menjadi semboyan guru yang hobi menanam bunga hias ini. Guru yang terkenal akan keramahannya ini mulai mengajar di SMAN 1 Garum pada tahun 1991. Pada waktu itu yang menjabat sebagai kepala sekolah ada Drs. I. Mukarno. Menurutnya SMANEGA  pada saat itu sangat berbeda jauh dengan yang sekarang, dilihat dari segi fasilitas dan sarana prasarananya.

Meskipun dulunya ia adalah sarjana Fakultas Ilmu Sosial jurusan Geografi, di SMANEGA ia mengajar Sosiologi untuk kelas X dan Antropologi untuk kelas XII. Ada perasaan canggung saat pertama kali mengajar di SMA. Mengajar calon guru di SPG berbeda dengan siswa-siswi SMA. Itu semua ditunjukkan dari pola perilaku dan tutur kata serta bahasa yang menurutnya sangat berbeda pada saat di SPG. Namun, seiring berjalannya waktu, Katipah mulai  bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan serta murid-murid yang ada. Meskipun awalnya ia merasa canggung, namun dengan melihat anak didiknya yang cukup rajin dan antusias mengikuti pelajaran membuatnya merasa senang. Dengan demikian ia bisa mengajar dengan lebih bersemangat.

Ada satu pengalaman pahit yang pernah dialaminya setelah berkali-kali menjadi wali kelas. Kala itu ia menjadi wali kelas X-C. Kelas tersebut beberapa kali gagal ketika upacara bendera hari Senin. Sebagai wali kelas, ia mempunyai tanggung jawab untuk membimbing anak didiknya. Namun setelah berusaha, akhirnya kelas tersebut berhasil dalam melaksanakan upacara. Ia juga menghukum beberapa anak yang tidak menjalankan tugas yang telah di bebankan kepada mereka. Hal itu bertujuan agar mereka sadar atas kesalahannya dan bertanggung jawab atas kesalahannya tersebut. Sejak tahun 1975-2007, Katipah telah mengikuti lebih kurang 23 pelatihan di berbagai kota di Indonesia. Pelatihan pertama yang telah diikutinya adalah Pelatihan Penataran Perpustakaan Sekolah pada tahun 1975 di Lawang, Malang. Sedangkan pelatihan terakhirnya di tahun 2007 adalah di SMAN  Garum pada saat LKG Pelaksanaan KBK melalui MGMP.

Berkaitan dengan kecerdasan emosional remaja, menurutnya siswa-siswi SMANEGA memiliki daya control yang cukup bagus. Selain itu, dengan wawasan yang luas serta adanya pengendalian diri dari setiap siswanya, perbuatan menyimpang dapat diminimalisir. Meskipun beberapa anak masih melakukan penyimpangan, tapi semua itu masih dalam batas kewajaran dan mampu dikendalikan. “Saya berharap SMANEGA dapat lebih maju lagi. Dengan mengeluarkan lulusan yang berkualitas dan berdisiplin tinggi agar membawa nama harum sekolah. Selain itu juga dapat mendidik anak bangsa hingga menjadi orang yang berguna bagi bangsa Indonesia”, begitulah pesan Katipah kepada siswa-siswi SMAN 1 Garum yang dicintainya.

Pada tahun 2008, ia pensiun sebagai guru. Setelah pensiun, ia mengisisi hari-harinya di rumah yang ditemani oleh bunga-bunga kesayangannya. Ibu rumah tangga, itulah pekerjaannya saat ini. Mengurusi rumah, dan juga putri kesayangannya. Meskipun telah menjadi ibu rumah tangga, tetapi ia tak pernah melupakan kenangannya selama menjadi guru. Walaupun ia tinggal di rumah hanya bersama anaknya, namun ia tak pernah sekalipun merasa kesepian. Namun jika anaknya sudah berangkat sekolah, ia hanya tinggal sendiri saja di rumah. Setelah pensiun dari profesinya, ia lebih sering memasak di rumah. Katipah sering memasak soto, karena itu adalah makanan kesukaannya. Soto dianggapnya sebagai makanan yang sederhana, karena tidak membutuhkan bahan yang banyak. Itulah alasan mengapa Katipah sering memasak soto. Untuk ini, kenapa para alumni tidak berkumpul di rumah Katipah untuk ramai-rampai makan soto yang sedap? Mudah-mudahan kita dapat melihat impian Mbak Katipah ini.

2.  Suparlan, Dari Pamekasan Sampai Jakarta

RHS ini adalah cuplikan dari riwayat hidup berjutul “65 Tahun: Jejak Perjalanan Hidupku (The Traces of My Life) yang saya tulis untuk peringatan hari ulang tahun saya yang ke-65 tahun, yakni pada tanggal 20 Mei 2014.

  1. Nama     :  Suparlan (nama asal)

Suparlan Abdulbasir Salim (setelah ke tanah suci)

  1. Tempat dan Tanggal Lahir :  Trenggalek, 20 Mei 1949
  2. Alamat     : Taman Depok Permai Blok D Nomor 6

Depok II Timur, Kota Depok

    me@suparlan.com
  1. Website    :  http://www.suparlan.com
  2. HP             : 0817727042, 08119997042.

Pendidikan

  1. SD (1956-1962) di Desa Tawing, Kecamatan. Munjungan, Kab. Trenggalek;
  2. SMP (1962-1965) di Kec. Munjungan, Kab. Trenggalek;
  3. SPG (1965-1968) di Kab. Trenggalek;
  4. IKIP Malang Sarjana Muda, (1969-1972)
  5. Universitas Darul Ulum Jombang, (1983-1985)
  6. University of Houston, Texas, USA (1987-1988)

Pengalaman Kerja

  1. Guru Sekolah Swasta: SMP Muhammadiyah Singosari (1973-1974);
  2. Guru STM Pertanian Singosari (1973-1974);
  3. Guru SMA Taman Harapan Malang (1973-1974);
  4. Guru SPG Negeri Pamekasan (1974-1989);
  5. Kepala SMA Muhammadiyah Pamekasan (1989);
  6. Staf Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Jakarta (1990);
  7. Kepala Subbagian Monitoring dan Evaluasi, Bagian Perencanaan, Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (1990-1995);
  8. Kepala Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur (1996-2001);
  9. Kepala Bidang Pelayanan Teknis PPPG (Pusat Pengembang-an dan Penataran Guru Matematika) Yogyakarta (2002-2004);
  10. Pelaksana Harian Kepala PPPG Matematika Yogyakarta (1/12/2004-1/06/2005);
  11. Konsultan Individu Kegiatan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah Yang Terbina (2005-sekarang).

Buku

No Judul Buku Th Penerbit ISBN
1 Mencerdaskan Kehidupan Bangsa: Dari Konsepsi Sampai Dengan Implementasi 2004 Hikayat Publishing, Yogyakarta 979-98420-3-4
2 Guru Sebagai Profesi 2005 Hikayat Publishing, Yogyakarta 979-25-5980-9
3 Menjadi Guru Efektif 2005 Hikayat Publishing Yogyakarta 979-98420-8-5
4 Komite Sekolah: Sejarah dan Prospeknya Di Masa Depan 2006 Hikayat Publishing, Yogyakarta 978-979-26-0125-1
5 PAKEM, Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan 2008 PT. Ganesindo, Bandung 978-979-9475-48-0
6 Komite Sekolah, Sejarah dan Prospeknya di Masa Depan (tulisan bersama) 2008 Hikayat Publishing, Yogyakarta 978-979-26-0125-1
7 Membangun Sekolah Efektif 2008 Hikayat Publishing

Yogyakarta

978-979-26-0110-7
8 Tanya-Jawab Pengembangan Kurikulum dan Materi Pembelajaran (Curriculum and Learning Material Development) 2011 Bumi Aksara, Jakarta 978-979-010-391-7
9 Praktik-Praktik Terbaik Pelaksanaan Pendidikan Karakter 2012 Hikayat Publishing, Yogyakarta 978-979-26-0143-5
10 Manajemen Berbasis Sekolah (MBS): Dari Teori Sampai Dengan Praktik 2013 Bumi Aksara

Jak

11 Mutiara Kata Pendidikan TT Diatika
12 Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) 2013 Hikayat Publishing, Yogyakarta 978-979-26-0144-2

 

Foto Diri

 

Foto diri saya ini adalah foto favorit saya, yang sering saya gunakan untuk “mejeng” di tulisan saya. Foto ini masih kelihatan “seger” dan belum tergurat tanda-tanda proses ketuaan.

Tentu saja, kini sudah tidak muda lagi. Makanya banyak teman yang sudah pada lupa dengan teman sendiri. Almuni Geografi Tahun 1996 diharapkan dapat mejeng di buku RHS ini. Pak Darmaji sampai terbengong-bengong mengatakan “saya kecewa Pak Parlan sampai tidak ingat kepada saya.” Ya, sudah. Sama-sama sudah tua.

Juara Karya Tulis Korpri Tingkat Nasional

Ini guru SPG Negeri Pamekasan. Seorang guru dengan dua orang anak. Masih sedikit kurus. Gondrong sedikit. Apa yang aneh dengan foto ini? Kedodoran!! Pinjam baju Om di Jakarta. Celana agak kumal. Maklumlah, baru pertama kali mengenal Jakarta. Menerima hadiah Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah). Uang inilah yang digunakan untuk mengambil program S1 Pendidikan Sosial di Universitas Darul Ulum Jombang. Setiap hari Sabtu–Minggu dengan naik bus dari Pamekasan – Jombang, menginap di hotel HI (Hotel Islam alias Masjid) di kampus DU (Darul Ulum).

Ketika di Jakarta nginap di mana saat itu? Tidak di rumah Om di Jakarta, tetapi di Hotel Wisata Internasional (sebelah Hotel Indonesia). Terkaget-kaget tinggal di hotel super mewah. Disediakan handuk dua helai yang ditaruh di tempatnya. Eh ada satu yang di bawah, yang tidak kalah bersihnya, yang terletak di lantai. Saya taruh handuk tadi di tempat handuk untuk mandi. Ehhhh, besok pagi ternyata handuk tersebut diletakkan di bawah lagi. Ehh memang handuk untuk keset kali? Maklum pertama kali nginap di hotel super mewah. Kini, Parlan orang desa Tawing, Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek ini telah tinggal di Kota Depok. Kalau ke Jakarta, mohon dapat mampir ya. Sekalian reuni yang belum jadi. RHS ini adalah kutipan singkat dari cerita panjang di laman pribadi http://www.suparlan.com. Kalau sempat buka ya!

Masih dengan Dua Cucu

Dengan dua cucu. Profesi baru sebagai MC atau momong cucu. Memang mengasikkan.

Dengan istri dan tiga cucu.

 

RHS (Riwayat Hidup Singkat) berikutnya baru dapat ditulis dalam sebuah tabel berikut. Alangkah baiknya jika RHS tersebut nanti dapat dilengkapi. Mudah-mudahan. Alangkah baiknya jika dapat ditulis sendiri. Boleh juga dengan cara Mbak Katipah, putrinya diminta untuk menulis. Demikian juga dengan Mbak Jumiah. Lalu dikirimkan ke e-mail saya. Bisa diedit, lebih baik sudah jadi. Langsung diprint. Jadilah. Akan lebih baik jika ada foto diri dan keluarga, seperti saya punya. Uihhh menarik kali…

KELUARGA ALUMNI GEOGRAFI 1969

KELUARGA ALUMNI GEOGRAFI ENAM SEMBILAN

(ARGAFINA)

No. N  A  M  A A  L  A  M  A  T TELEPON RUMAH       HP                                       Laman/Surel
1. AGUS SALIM Jl. Sidoagung 81 A Singosari Malang 0341450331 087859900108
2. ALIEK SOETRISNO Jl Gajah Mada 45 Gedangrowo RT 04 RW 03, Prambon Sidoarjo 082142874440
4. DJUMIATI Jl. MT Haryono III/33  Tulungagung 0355322567 081330980709
5. ENDANG YUSIANA Jl. Towuti Raya G- 3  F–14 Perum Sawojajar Malang 0341712201 082142818138
6. EDY SULISTYO Jl. Sudewo 125 Tumpang Malang    03417614223 0341787142 085649844552
7. IMAM SUDJOKO Jl. Kerto Asri 110, Ketawang Gede Dinoyo Malang 0341560578
8. KAMSINAH Jl. Sumbersari Gg. IV/225 Malang 0341570157 081334620700
9. KAMISAN ADI   SANTIKO Jl. D. Ranau G-2 B-5 Perum Sawojajar Malang 03417436665
10. KARMANI SUKARJADI Jl. Mergan Lori 615 F Malang 034135415
11. KATIPAH Jl. Raya Pojok No. 8, Garum Blitar 0342800646 085791653565
12. K. SETYO BUDI Jl. Anggrek Gg.4 /5, Situbondo 0338676527 082142198345
13. KOMARIYAH Wajak Lor ,Tulungagung 03557757301
14. PUDJI HANDAYANI Jl. Sangadi 100 Wates Wonomulyo Poncokusumo Malang 0341787598 0341 7803628
15. SAMAD SUBAGYO D/a Susti/ Perum Tunggul Wulung N-1 Malang 0342693526
16. SUDARMADJI Mangunan RT 04/03 Udan Awu Srengat, Blitar 0342552342 085730772508
17. SUDONO Jl. Raya Candi II Klaseman Malang 0431567658 081555602662
18. SUHADJI Jl. Arief Rahman Hakim 15A Krajan Cekok,Babatan  Pono 0352482633 081335228746
19. SUHERMAN  Jl. Kol. Sugiono Gg. VI/10 Ciptomulyo  Malang 0341355621 085755652236
20. SUMIATI Jl. Raya Trisula 3 Kademangan, Blitar 0342804494 8113615374
21. SUPARLAN Taman Depok Permai Blok D Nomor 6 Depok II Timur Kota Depok. 0217707105 0817727042

08119997042

www.suparlan.com

me@suparlan.com

22. SUPARMAN Jl. Widas Blok L-14 Perum. Srikandi Malang 085649699041
23. SUWARNI Perum. Bukit Cemara Tujuh V/97 Malang 054824043 082148970218
24. SUZANAH Jl. Jagung Suprapto I E 263 Malang; Jl. Subali 10 K-13 0341323165 0341723954
25. SRI SUDARMI Jl. Kemuning 5 Perum. Sengkaling Indah II Malang 0341460046 087859157499
26. SRI SUNARTI Jl. Cokroaminoto Gg. I/ 4 Blitar 0342801839 085234529000
27. SURYANINGSIH Tulungagung 085785174047
28. SUHERMINAH Jl. BLPP Gg. Srikoyo Bangun Tapan Bambu Yogyakarta 0274712479 087881150364/081931853000
29. KASMINARTI 087881150364
30. KASENI DIYANTO
31. SURATMAN (alm) Watusigar, Srigonco, Bantur Malang Selatan 081236160145*
32. MULYONO (alm) Perum. Bandulan Baru 34  Malang 0341567989
33. SUSISNO (alm)
34. NANUK (alm)
35. SLAMET HADIONO (alm)

 

MALANG,   9 FEBRUARI 2014

Koordinator

KAMISAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *