Artikel

Kata Pengantar Buku Praktik-Praktik Terbaik Pelaksanaan Pendidikan Karaktker

68 views
Tidak ada komentar

KATA PENGANTAR

           

          Kerusakan moral bangsa kita dewasa ini dapat dinilai sudah dalam tahap yang sangat mencemaskan, karena kerusakan moral itu telah terjadi di hampir semua lini, baik di lini birokrasi pemerintahan, aparat penegak hukum, maupun dalam masyarakat umum. Koran Kompas (20 Juni 2011) telah mengemukakan tentang kerusakan moral di negeri ini dalam salah satu tajuknya. Perilaku korupsi pada lini birokrasi dan penegak hukum, bahkan juga pada lini yang menyebut dirinya wakil rakyat telah menjadi berita sehari-hari yang ditayangkan melalui media televisi. Yang sangat mencemaskan, rakyat di lapisan masyarakat bawah pun kini telah tidak segan-segan meniru perilaku korupsi itu. Hal ini timbul, barangkali adanya pemikiran mereka ”jika para pemimpin telah melakukannya, kenapa kita tidak boleh?” Sebagai contoh, beberapa potong pagar besi di bundaran Universitas Indonesia (UI) Depok telah hilang entah kemana, telah diambil entah siapa. Itulah gambaran perilaku korupsi yang telah terjadi di negeri ini. Tidak hanya itu. Dalam dunia pendidikan, yang seharusnya menjadi lembaga penegak kejujuran, telah terjadi “nyontek massal” dalam ujian nasional (UN), meskipun hal itu ternyata tidak terbukti sepenuhnya. Namun, bukankah gambaran itu semua telah menjadi tanda-tanda awal kemungkinan adanya kehancuran karakter dalam masyarakat, bangsa, dan negara kita?

            Penulisan buku ini paling tidak dimaksudkan untuk mengingatkan kepada semua pihak, khususnya pihak-pihak yang berkecipung dalam dunia pendidikan, tentang bahaya kerusakan moral tersebut, dan yang terpenting adalah bagaimana menemukan jalan keluar yang dapat kita lakukan untuk memecahkan masalah tersebut. Pendidikan karakter, antara lain merupakan salah satu solusi jangka panjang yang harus dilakukan. Satu solusi yang harus menjadi perhatian kita semua adalah pendidikan karakter yang dilaksanakan secara sadar, terencana, dan sistemik di lembaga pendidikan sekolah. Sekolah harus dapat kita jadikan ladang yang subur untuk menyemaikan dan menumbuhkan pilai-pilar nilai karakter bagi generasi masa depan di negeri ini.

            Pendidikan berlangsung dalam tiga jalur pendidikan, yakni (1) pendidikan formal, (2) pendidikan non-formal, dan (3)pendidikan informal. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus disemaikan dan ditumbuhkan di ketiga jalur itu secara sinergis melalui ketiga jalur pendidikan tersebut. Kerja sama antara ketiga jalur pendidikan harus dapat diterapkan dalam pelaksanaan pendidikan karakter.

            Buku ini ditulis dengan tujuan antara lain untuk dapat dijadikan rujukan atau bahkan pegangan bagi para pegiat pendidikan dalam ketiga jalur pendidikan tersebut. Oleh karena itu, maka dalam buku ini akan dijelaskan hal-hal yang praktis, mudah, dan sederhana, untuk dapat dipraktikkan dalam proses penyelenggaraan pendidikan di rumah, sekolah, dan masyarakat. Hal-hal tersebut bukan hanya yang bersifat administratif semata-mata, tetapi yang penting hal-hal yang substantif dalam proses pengajaran dan pembelajaran di dalam atau di luar kelas, bahkan dalam pelaksanaan pendidikan di rumah dan masyarakat. Oleh karena itu, maka contoh-contoh yang bersifat ”the best practices” akan diupayakan untuk diberikan contoh lebih banyak dalam buku ini dalam pelaksanaan pendidikan karakter di satuan pendidikan sekolah. Namun demikian, untuk dapat menjadi bekal dalam pelaksanaan tersebut, sudah barang tentu pada awalnya perlu diberikan teori-teori atau konsep-konsep tentang pendidikan karakter. Akhirnya, kembali kita, tidak boleh tidak, harus dapat menggabungkan secara sinergis antara teori dan praktik pendidikan karakter.

            Tanggal 2 Mei 2010 merupakan tanggal istimewa bagi pendidikan di negara kita. Bukan hanya karena sebagai momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional, tetapi karena merupakan hari kelahiran kembali pendidikan karakter di negeri ini, yakni ketika Bapak Muhammad Nuh, Menteri Pendidikan Nasional, telah menjadikan pendidikan karakter sebagai tema peringatan Hari Pendidikan Nasional. Sejak hari yang bersejarah itulah, penulis mulai menulis buku ini, dengan mengumpulkan bahan dari sumber-sumber yang berkenaan dengan pendidikan karakter, dan kemudian mencoba mulai menulis beberapa artikel tentang pendidikan karakter ini. Artikel-artikel tentang pendidikan karakter tersebut telah penulis muat dalam laman www.suparlan.com, yakni satu media komunikasi atau diskusi antara penulis dengan pembaca. Laman ini merupakan hasil karya anak penulis, yang bidang keahliannya memang dalam bidang ”computer science”, lulusan ”Universiti Utara Malaysia (UUM)”. Anak penulis dapat melanjutkan di univeritas ini, karena pada saat itu penulis menjadi kepala sekolah di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur selama lima tahun.

            Artikel-artikel tersebut kemudian menjadi modal awal yang kemudian berkembang menjadi bahan untuk penyusunan buku tentang pendidikan karakter ini. Atas dorongan dari berbagai pihak, khususnya penerbit yang memang telah lama bekerja sama dengan penulis, buku tentang pelaksanaan pendidikan karakter ini akhirnya dapat diwujudkan dalam bentuk buku yang telah ada di tangan pembaca ini. Kepada semua pihak yang telah ikut memberikan dukungan dalam penerbitan buku ini, penulis tidak lupa menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih.

            Sekali lagi, penulis berharap mudah-mudahan buku ini bermanfaat bagi upaya kemanusiaan untuk meningkatkan karakter anak-anak bangsa di negeri kita tercinta Indonesia. Amin.

                                                                                    Jakarta, Oktober 2011

                                                                                    Penulis,

Catatan:

Buku bertajuk Praktik-Praktik Terbaik Pelaksanaan Pendidikan Karakter tersebut telah diterbitkan oleh Penerbit Hikayat Publishing Yogyakarta pada tahun 2013.

Tags: Pendidikan Karakter

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Popular Posts

Other Posts

Puisi

Teacher

Teacher! Teacher! Look over here At the picture that I drew… It’s a hug and a kiss, Teacher…
Artikel, Pendidikan

Salah

Oleh: Suparlan *) Belajar itu di mana saja, kapan saja, dan dengan siapa saja. Pagi-pagi buta saya telah…
Artikel

Guru

Oleh Muhammad Sami’in Pagi ini begitu indah, deruan angin menerpa wajah Dingin menyelimuti langkah penuh keikhlasan Renungan hanya…