Puisi

Syair Untuk Guru

Oleh: Dewan Pendidikan Kota Tebing Tinggi

 

Kalau hendak ke padang datar

Jangan lupa bawa tembikar

Kalau hendak cerdaskan pelajar

Jangan mendekte waktu mengajar

 

Hari kedua namanya selasa

Almanak dipasang di ruang kaca

Budak belia bukan orang dewasa

Jangan sampaikan ilmu seperti membaca

 

Bambu sebatang dari Langsa

Dibelah menjadi para-para

Guru bukan si serba bisa

Karena itu jadilah sutradara

 

Anak teri dimakan ikan

Apa makanan sikera jantan

Berdiri di depan seperti pameran

Jangan lakukan sepanjang zaman

 

Di seberang pagar taman rambutan

Jangan dimakan di pinggir jalan

Mereka yang diajar beda kemampuan

Jangan samakan dalam pengajaran

 

Benalu tumbuh di atas dahan

Kuntum Anyelir di atas papan

Letih dirasa siapkan bahan

Tersenyum bibir kala berhadapan

 

Kerupuk dibuat di atas tikar

Tepung diaduk lalu dibakar

Buat persiapan banyak kelakar

Bakal dikutuk waktu mengajar

 

Juli 2007.

14 thoughts on “Syair Untuk Guru

    1. Kalau kita menyebut puisi, itu berarti bisa syair atau pantun. Syair dan pantun kedua-duanya puisi. Mari kita berlomba-loba menulis puisi. Boleh Syair atuju boleh juga pantun. Boleh juga tentang kata-kata mutiara tentang guru. Ayo siapa mau. Silahkan. Pengirim pertama sampai ke sepuluh akan saya beri hadiah buku MBS, dari Teori Sampai ke Praktik. Tolong kirim alamt surat. Trims.

    1. Benar, pantun itu aa aa, sdg sair ab ab. Kedua-duanya disebut puisi. Puisi lama beraturan, sementara puisi modern tidak beraturan, tetapi tepap memiliki nilai ritmis tertentu. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *