ArtikelPendidikan

Ikut Mengembangkan Kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Tama Jagakarsa Jakarta Selatan

3 Komentar

Oleh Suparlan *)

Curriculum development is a complex process of assessing needs, identifying desired learning outcomes, preparing for instruction to achieve the outcomes, and meeting the cultural, social, and personal needs that the curriculum is to serve
(Unruh and Unruh, 1984)

Berilah aku guru yang baik, yang dengan kurikulum yang kurang baik sekalipun, insyaallah aku masih akan dapat menghasilkan lulusan yang baik
(Anonim)

Apapun kurikulumnya, gurunya harus berkualitas
(Anonim)

Penulis memang mengajarkan matakuliah “Pengembangan Kurikulum dan Materi Pembelajaran” di Univeristas Tama Jagakarsa sejak dua tahun berjalan ini. Tetapi, terlibat dalam proses pengembangan kurikulum yang sesungguhnya merupakan pengalaman baru bagi penulis. Itulah sebabnya, penulis mencoba untuk menuliskan pengalaman itu dalam tulisan singkat ini.

Pengertian Kurikulum

Secara sederhana, dengan formulanya yang sederhana, Prof. Engkoswara, guru besar UPI menjelaskan beberapa formula kurikulum, yang di antaranya adalah dalam formula K = ? MK. Apa artinya? Kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran, yakni mata pelajaran yang diajarkan di sekolah, yang kalau di perguruan tinggi disebut sebagai mata kuliah. Penulis sengaja tidak membahas pengertian yang rumit-rimut tentang kurikulum ini, termasuk di dalamnya pengertian kurikulum dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Untuk kepentingan tulisan ini, penulis akan menggunakan formula tersebut.

Pengembangan Sebagai Keniscayaan

Penulis sengaja mengutip pendapat Unruh dan Unruh (1984) tentang pentingnya proses pengembangan kurikulumum. Beliau menjelaskan bahwa proses pengembangan kurikulum  merupakan “A complex process of assessing needs, identifying desired learning outcomes, preparing for instruction to achieve the outcomes, and meeting the cultural, social, and personal needs that the curriculum is to serve”. Apa maksudnya? Pengembangan kurikulum itu merupakan proses yang menyeluruh. Sebaiknya, proses pengembangan kurikulum bukan proses yang tambal sulam. Proses pengembangan kurikulum harus dimulai dari proses need assessment atau penilaian kebutuhan pasar kerja kita, khususnya kebutuhan  guru Bahasa Inggris di kawasan, atau bahkan di negeri ini. Selain itu, berbicara kurikulum tidak hanya berbicara mata kuliah, melainkan harus memperhatikan kegiatan-kegiatan lain di fakultas ini yang mendukung upaya pencapaian tujuan pendidikan yang diharapkan. Dalam formula yang lebih lengkap Engkoswara menyebutkan rumus sebagai berikut. K = ? MK + KK. Artinya, selain sejumlah mata kuliah yang diajarkan, juga harus ada kegiatan-kegiatan (KK) yang menunjang proses pembelajaran mata kuiah tersebut. Tanpa dukungan kegiatan-kegiatan lain, maka proses pembelajaran menjadi kering, tanpa darah. Pengembangan kurikulum memang merupakan proses berkelanjutan, yakni setelah melalui proses penilaian kurikulum yang menghasilkan rekomendasi bahwa kurikulum yang bersangkutan memang harus dikembangkan atau disesuaikan dengan kebutuhan. Pengembangan kurikulum dilakukan memperkuat program studi yang ditawarkan kepada masyarakat pendidikan.

Need assessment dapat dilakukan dengan menanyakan kepada para guru tentang mata kuliah yang pada saat ini paling mereka perlukan dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah. Bahkan, need assessment dapat dilakukan dengan menanyakan kepada para mahasiswa tentang kemampuan apa saja yang paling mereka harapkan untuk dikuasai dewasa ini.

Selain melakukan studi need assessment, pengembangan kurikulum dapat dilakukan dengan studi banding dengan kurikulum yang sama di fakultas atau universitas di dalam atau di luar negeri. Sebagai contoh, dalam tulisan ini dapat disebutkan satu perbandingan dengan kurikulum yang digunakan pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di FKIP Universitas Negeri Lambung Mangkurat Provinsi Lampung. Sudah barang tentu, semakin banyak contoh yang dapat diperoleh, mudah-mudahan semakin mudah kita dapat membandingkan, dan kemudian memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan kita sendiri.

KURIKULUM PROGRAM S-1 PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS

FKIP UNLAM TAHUN 2008

NO. SANDI MATAKULIAH SKS
MPKWAJIB
1 AMPK111 PENDIDIKANAGAMA 3
2 AMPK112 PKN 3
3 AMPK113 BAHASAINDONESIA 3
MKKWAJIB
1 AKKB211 INTENSIVEENGLISH 6
2 AKKB212 VOCABULARY 2
3 AKKB221 LISTENINGI 2
4 AKKB222 SPEAKINGI 2
5 AKKB223 READINGI 4
6 AKKB224 WRITINGI 2
7 AKKB225 STRUCTUREI 2
8 AKKB231 LISTENINGII 2
9 AKKB232 SPEAKINGII 2
10 AKKB233 READINGII 2
11 AKKB234 WRITINGII 2
12 AKKB235 STRUCTUREII 2
13 AKKB236 INTROTO LINGUISTICS 2
14 AKKB237 INTROTO LITERATURE 2
15 AKKB241 LISTENINGIII 2
16 AKKB242 SPEAKINGIII 2
17 AKKB243 READINGIII 2
18 AKKB244 WRITINGIII 2
19 AKKB245 STRUCTUREIII 2
20 AKKB246 PHONOLOGY 2
21 AKKB251 INTROTO RESEARCH 4
22 AKKB252 LISTENINGIV 2
23 AKKB253 SPEAKINGIV 2
24 AKKB254 READINGIV 2
25 AKKB255 WRITINGIV 2
26 AKKB256 STRUCTUREIV 2
27 AKKB257 MORPHOLOGY 2
28 AKKB261 SINTAX 2
29 AKKB271 SEMANTICS 2
30 AKKB268 TRANSLATION 2
31 AMKK113 PENGANTARPENDIDIKAN 3
32 AMKK222 PERKPESERTA DIDIK 2
33 AMKK334 BEL.PEMBELAJARAN 4
34 AMKK444 PROFESIPENDIDIKAN 4
35 AKKB275 ERRORANALYSIS 2
36 AKKB051 PEN.KARANGAN ILMIAH 2
37 AMKK532 TEK.INFORM. & KOM. 2
MKBPILIHAN 1 MK
7 AKKB248 LANGUAGEGAMES 2
8 AKKB277 EYL 4
9 AKKB285 ESP 2
MPBWAJIB
1 APBB214 IS3D 3
2 APBB265 PPLI 4
3 APBB274 PPLII 2
4 APBB275 CCU 2
5 APBB215 ILMUKEALAMAN DASAR 3
6 APBB272 SOCIOLINGUISTICS 2
7 AKKB284 PSYCHOLINGUISTICS 2
MPBWAJIB: 14 SKS
1 AKKB2 KEWIRAUSAHAAN 2
2 AKKB2 RESEARCHIN ELT 2
3 AKKB2 LITERATUREI (PROSE) 2
4 AKKB2 LITERATUREII (DRAMA) 2
5 AKKB2 THESIS 6
MBBPILIHAN: 1 MK
1 AKKB2 COM.LITERACY (EXCELL)* 2
2 AKKB2 CLASSROOMACTION RES. 2
3 AKKB2 INTER.PER. COM 2
JUMLAH 147

Dengan mengambil perbandingan dari kurikulum Program Studi Bahasa Inggris di FKIP Universitas Negeri Lambung Mangkurat, kita dapat menganalisisnya dengan beberapa pertanyaan sebagai berikut:

Pertama, bandingkan mata kuliah yang ada di dua (atau lebih) institusi tersebut! Matakuliah institusional apa yang paling diperlukan untuk program studi Pendidikan Bahasa Inggris di FKIP Universitas Tama Jagakarsa? Pertimbangan utama yang harus dijadikan pertimbangan adalah keunggulan-keunggulan (excellences) utama yang akan dikembangkan di institusi Tama Jagakarsa. Sebagai contoh, jika institusi ini dijadikan sebagai universitas penelitian (research university), maka mata kuliah tentang research, metodologi penelitian, stastistik pendidikan akan menjadi matakuliah unggulannya.

Kedua, matakuliah apa sajakah yang kemungkinan dapat dihapuskan, digabungkan, atau bahkan ditambahkan. Apakah rasionalnya semua itu. Prinsip kurikulum yang saat ini ingin dikembangkan adalah prinsip yang “langsing dan sintal”, atau sedikit matakuliahnya tetapi memiliki muatan yang kuat, bukan kurikulum yang “gembrot” sehingga tidak dapat berjalan dengan lancar, karena substansinya saling tumpang tindih.

Ketiga, setelah matakuliah dalam program studi tersebut telah disepakati bersama, lalu yang tidak kalah pentingnya adalah penyediaan dosennya yang berkualitas. Kembali mengingat advertensi “apa pun makanannya, minumannya teh botol Sosro”, maka kita dapat mengambil analog menjadi “apa pun kurikulumnya, dosennya yang berkualitas”. Mengapa? Karena pelaksanaan kurikulum amat ditentukan oleh faktor dosennya.

Scope and Sequence

Setelah mata kuliah disepakati adalah scope setiap mata kuliah tersebut. Sebagai contoh, ada mata kuliah I sampai IV. Mata kuliah tersbut harus sudah dijabarkan scope untuk setiap semesternya. Hal itu jangan diserahkan kepada dosen pengampunya. Pendek kata, semua mata kuliah harus sudah dijabarkan muatan materinya.

Selain itu, beberapa mata kuliah tidak dapat diajarkan sebelum mata kuliah tertentu diajarkan. Misalnya, mata kuliah STRUCTURE harus diajarkan terlebih dahulu sebelum mata kuliah WRITING. Itu kalau bisa. Mengapa? WRITING yang baik harus menggunakan tata bahasa yang baik. Tidak akan mungkin mengajarkan WRITING dengan beban harus mengingatkan lagi tentang kalimat aktif, kalimat pasif, dan sebagainya. Mata kuliah yang harus diajarkan sebelum mata kuliah tertentu disebut sebagai mata kuliah prerekuisit atau ”prerequisite subject matter”.

Kaitan antara Mata Kuliah dan Profesionalisme Guru

Perkembangan mutakhir yang telah dilahirkan dalam sistem pendidikan nasional di tanah air adalah telah ditetapkannya standar nasional pendidikan dalam PP Nomor 19 Tahun 2005, yang salah satu standarnya telah dijabarkan ke dalam Keputusan Mendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Salah satu standar yang harus mendapatkan perhatian dalam pengembangan kurikulum untuk program studi Pendidikan Bahasa Inggris ini adalah Standar Kompetensi Guru untuk guru TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA. Berikut ini diberikan contoh standar kompetensi guru SD/MI.

Standar Kompetensi Guru Kelas SD/MI

Kompetensi Pedagodik
No. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU KELAS SD/MI
1.  Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural, emosional, dan intelektual. 1.1 Memahami karakteristik peserta didik usia sekolah dasar yang berkaitan dengan aspek fisik, intelektual, sosial-emosional, moral, spiritual, dan latar belakang sosial-budaya.
1.2 Mengidentifikasi potensi peserta didik usia sekolah dasar dalam lima mata pelajaran SD/MI
1.3 Mengidentifikasi kemampuan awal peserta didik usia sekolah dasar dalam lima mata pelajaran SD/MI.
1.4 Mengidentifikasi kesulitan peserta belajar usia sekolah dasar dalam lima mata pelajaran SD/MI.
2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik. 2.1 Memahami berbagai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik terkait dengan lima mata pelajaran SD/MI.
2.2 Menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam lima mata pelajaran SD/MI.
2.3 Menerapkan pendekatan pembelajaran tematis, khususnya di kelas-kelas awal SD/MI.
3. Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. 3.1 Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulum.
3.2 Menentukan tujuan lima mata pelajaran SD/MI.
3.3 Menentukan pengalaman belajar yang sesuai untuk mencapai tujuan lima mata pelajaran SD/MI
3.4 Memilih materi lima mata pelajaran SD/MI yang terkait dengan pengalaman belajar dan tujuan pembelajaran.
3.5 Menata materi pembelajaran secara benar sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik usia SD/MI.
3.6 Mengembangkan indikator dan instrumen penilaian.
4. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. 4.1 Memahami prinsip-prinsip perancangan pembelajaran yang mendidik.
4.2 Mengembangkan komponen-komponen rancangan pembelajaran.
4.3 Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untuk kegiatan di dalam kelas, laboratorium, maupun lapangan.
4.4 Melaksanakan pembelajaran yang mendidik di kelas, di laboratorium, dan di lapangan.
4.5 Menggunakan media pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik dan lima mata pelajaran SD/MI untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh.
4.6 Mengambil keputusan transaksional dalam lima mata pelajaran SD/MI sesuai dengan situasi yang berkembang.
5. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. 5.1 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran.
6. Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki. 6.1 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorong peserta didik mencapai prestasi belajar secara optimal.
6.2 Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya.
7. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik. 7.1 Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik dan santun, baik secara lisan maupun tulisan.
7.2 Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik dengan bahasa yang khas dalam interaksi pembelajaran yang terbangun secara siklikal dari (a) penyiapan kondisi psikologis peserta didik, (b) memberikan pertanyaan atau tugas sebagai undangan kepada peserta didik untuk merespons, (c) respons peserta didik, (d) reaksi guru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya.
8. Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 8.1 Memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik lima mata pelajaran SD/MI.
8.2 Menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik lima mata pelajaran SD/MI.
8.3 Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
8.4 Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar.
8.5 Mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan mengunakan berbagai instrumen.
8.6 Menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan.
8.7 Melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.
9. Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. 9.1 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk menentukan ketuntasan belajar.
9.2 Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancang program remedial dan pengayaan.
9.3 Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangku kepentingan.
9.4 Memanfaatkan informasi hasil penilaian dan evaluasi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
10. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran. 10.1 Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
10.2 Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembangan lima mata pelajaran SD/MI.
10.3 Melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran lima mata pelajaran SD/MI.
Kompetensi Kepribadian
No. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU KELAS SD/MI
11. Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia. 11.1 Menghargai peserta didik tanpa membedakan keyakinan yang dianut, suku, adat-istiadat, daerah asal, dan gender.
11.2 Bersikap sesuai dengan norma agama yang dianut, hukum dan norma sosial yang berlaku dalam masyarakat, serta kebudayaan nasional Indonesia yang beragam.
12. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, dan teladan bagi peserta didik dan masyarakat. 12.1 Berperilaku jujur, tegas, dan manusiawi.
12.2 Berperilaku yang mencerminkan ketakwaan dan akhlak mulia.
12.3 Berperilaku yang dapat diteladani oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya.
13. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa. 13.1 Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap dan stabil.
13.2 Menampilkan diri sebagai pribadi yang dewasa, arif, dan berwibawa.
14. Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri. 14.1 Menunjukkan etos kerja dan tanggung jawab yang tinggi.
14.2 Bangga menjadi guru dan percaya pada diri sendiri.
14.3 Bekerja mandiri secara profesional.
15. Menjunjung tinggi kode etik profesi guru. 15.1 Memahami kode etik profesi guru.
15.2 Menerapkan kode etik profesi guru.
15.3 Berperilaku sesuai dengan kode etik guru.
Kompetensi Sosial
No. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU KELAS SD/MI
16. Bersikap inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial ekonomi. 16.116.2 Bersikap inklusif dan objektif terhadap peserta didik, teman sejawat dan lingkungan sekitar dalam melaksanakan pembelajaran.Tidak bersikap diskriminatif terhadap peserta didik, teman sejawat, orang tua peserta didik dan lingkungan sekolah karena perbedaan agama, suku, jenis kelamin, latar belakang keluarga, dan status sosial-ekonomi.
17. Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua, dan masyarakat. 17.117.2

 

 

17.3

Berkomunikasi dengan teman sejawat dan komunitas ilmiah lainnya secara santun, empatik dan efektif.Berkomunikasi dengan orang tua peserta didik dan masyarakat secara santun, empatik, dan efektif tentang program pembelajaran dan kemajuan peserta didik.Mengikutsertakan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik.
18.

 

Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya. 18.118.2 Beradaptasi dengan lingkungan tempat bekerja dalam rangka meningkatkan efektivitas sebagai pendidik, termasuk memahami bahasa daerah setempat. Melaksanakan berbagai program dalam lingkungan kerja untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan di daerah yang bersangkutan.
19. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan profesi lain secara lisan dan tulisan atau bentuk lain. 19.1 

19.2

Berkomunikasi dengan teman sejawat, profesi ilmiah, dan komunitas ilmiah lainnya melalui berbagai media dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.Mengkomunikasikan hasil-hasil inovasi pembelajaran kepada komunitas profesi sendiri secara lisan dan tulisan atau bentuk lain.
Kompetensi Profesional
No. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU KELAS SD/MI
20. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang diampu. 20.1.120.1.2 Bahasa Indonesia Memahami hakikat bahasa dan pemerolehan bahasa.Memahami kedudukan, fungsi, dan ragam bahasa Indonesia.
20.1.2 Menguasai dasar-dasar dan kaidah bahasa Indonesia sebagai rujukan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
20.1.3 Memiliki keterampilan berbahasa Indonesia (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis)
20.1.4 Memahami teori dan genre sastra Indonesia.
20.1.5 Mampu mengapresiasi karya sastra Indonesia, secara reseptif dan produktif.
20.2.1 Matematika Menguasai pengetahuan konseptual dan prosedural serta keterkaitan keduanya dalam konteks materi aritmatika, aljabar, geometri, trigonometri, pengukuran, statistika, dan logika matematika.
20.2.2 Mampu menggunakan matematisasi horizontal dan vertikal untuk menyelesaikan masalah matematika dan masalah dalam dunia nyata.
20.2.3 Mampu menggunakan pengetahuan konseptual, prosedural, dan keterkaitan keduanya dalam pemecahan masalah matematika, serta. penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mampu menggunakan alat peraga, alat ukur, alat hitung, dan piranti lunak komputer.
20.3.1 IPA Mampu melakukan observasi gejala alam baik secara langsung maupun tidak langsung.
20.3.2 Memanfaatkan konsep-konsep dan hukum-hukum ilmu pengetahuan alam dalam berbagai situasi kehidupan sehari-hari.
20.3.3 Memahami struktur ilmu pengetahuan alam, termasuk hubungan fungsional antarkonsep, yang berhubungan dengan mata pelajaran IPA.
20.4.1 IPS Menguasai materi keilmuan yang meliputi dimensi pengetahuan, nilai, dan keterampilan IPS.
20.4.2 Mengembangkan materi, struktur, dan konsep keilmuan IPS.
20.4.3 Memahami cita-cita, nilai, konsep, dan prinsip-prinsip pokok ilmu-ilmu sosial dalam konteks kebhinnekaan masyarakat Indonesia dan dinamika kehidupan global.
20.4.3 Memahami fenomena interaksi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, kehidupan agama, dan perkembangan masyarakat serta saling ketergantungan global.
20.5.1 PKn Menguasai materi keilmuan yang meliputi dimensi pengetahuan, sikap, nilai, dan perilaku yang mendukung kegiatan pembelajaran PKn.
20.5.2 Menguasai konsep dan prinsip kepribadian nasional dan demokrasi konstitusional Indonesia, semangat kebangsaan dan cinta tanah air serta bela negara.
20.5.3 Menguasai konsep dan prinsip perlindungan, pemajuan HAM, serta penegakan hukum secara adil dan benar.
20.5.4 Menguasai konsep, prinsip, nilai, moral, dan norma kewarganegaraan Indonesia yang demokratis dalam konteks kewargaan negara dan dunia.
21. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran/bidang pengembangan yang diampu. 21.121.221.3 Memahami standar kompetensi lima mata pelajaran SD/MI.Memahami kompetensi dasar lima mata pelajaran SD/MI.Memahami tujuan pembelajaran lima mata pelajaran SD/MI.
22. Mengembangkan materi pembelajaran yang diampu secara kreatif. 22.122.2 Memilih materi lima mata pelajaran SD/MI yang sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.Mengolah materi lima mata pelajaran SD/MI secara integratif dan kreatif sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.
23. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif. 23.123.2 Melakukan refleksi terhadap kinerja sendiri secara terus menerus.Memanfaatkan hasil refleksi dalam rangka peningkatan keprofesionalan.
Melakukan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan keprofesionalan.
Mengikuti kemajuan zaman dengan belajar dari berbagai sumber.
24. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri. 24.124.2 Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam berkomunikasi.Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pengembangan diri.

 

Akhir Kata

Dari uraian tersebut, dapatlah kita menutup tulisan singat ini dengan mengambil butir-butir kesimpulan sebagai berikut:

Pertama, bagaimana pun juga kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di FKIP Universitas Tama Jagakarsa memang perlu dikaji lebih lanjut, minimal diligat kembali terkait dengan kebutuhnan masyarakat pendidikan, khususnya guru mata pelajaran Bahasa Inggris yang akan dihasilkan oleh institusi ini.

Kedua, ada beberapa matakuliah yang perlu dikaji kepentingan, seperti dictation, karena sebenarnya sudah ada matakuliah listening I, II, dan III, di samping pronounciation practice. Selain itu ada mata kuliah pendidikan lingkungan sosial-budaya dan teknologi, karena sudah ada matakuliah dasar-dasar pendidikan. Apakah matakuliah ini sebenarnya dikenal dengan Ilmu Sosial Dasar (ISD), Ilmu  Budaya Dasar (IBD) dan Ilmu Alamiah Dasar (IAD).

Ada matakuliah yang sebenarnya bermuatan ICT (Information and Communication Technology), yakni diberi nama Introduction to Computer. Sewaktu kuliah di University of Houston (UH), penulis pernah memperoleh mata kuliah ”Computer In The Classroom”.  Ya, apapun namanya, memang guru Bahasa Inggris juga harus melek komputer, dan bahkan harus manguasai penggunaan komputer dan internet untuk pembelajaran di dalam kelas.

Pengalaman penulis dapat ikut terlibat secara aktif dalam proses penelaahan kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di FKIP Universitas Tama Jagakarsa, sungguh merupakan pengalaman yang tak ternilai harganya, minimal agar penulis dapat menghargai para pengembang kurikulum dan hasil karyanya, sekalian perkenankan penulis mengucapkan Selamat Hardiknas, 2 Mei 2009.

*) Website: www.suparlan.com; E-mail: me [at] suparlan [dot] com.

Depok, 2 Mei 2009.

Related Articles

Tak ditemukan hasil apapun.

3 Komentar. Leave new

  • magda lumbantoruan
    Kamis, 24 Jul 2014 05:36:14

    sulitan mana sih ambil jurusan bahasa inggris sama sastra indonesia? aku bingung pilih yang mana, tapi aku minatnya bahasa inggris tapi aku kurang fasih sama sekali bahasa inggris jadinya aku ragu pilih yang mana.

    Balas
    • Pada hakikatnya, keduanya sama, sama baiknya. Soal kurang fasih, itu proses panjang yang harus dilalui. Jadi yang terpenting bukan mata kuliahnya, tetapi mahasiswa yang akan mengambil mata kuliah tersebut. Kalau untuk menambah kompetensi yang lebih, saya sarankan pilih Bahasa Inggris, walaupun tentang Bahasa Indonesia pun kita juga harus belajar sendiri.

      Balas
  • magda lumbantoruan
    Kamis, 24 Jul 2014 05:32:18

    pak saya minta tolong dishare mata kuliah yang di ajarkan di FKIP bahasa indonesia tama jagakarsa. soalnya saya bingung ngambil jurusan bahasa inggris atau bahasa indonesia

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Puisi

Anak-anak Kita

Ketika ekonomi telah merampas waktu terbesar untuk kasih sayang anak-anak…