ArtikelBudaya

Rana Rene Renes; Tangan Kemlawe Ilat Kemlamet

Tidak ada komentar

Oleh Suparlan *)

Tanpa bekerja, kehidupan akan berkarat. Bekerja tanpa jiwa, kehidupan akan menyesakkan
(Albert Camus, 1913 – 1960, novelis Perancis)

Orang mulia adalah orang yang dapat memuliakan orang lain
(Hadis)

Judul artikel ini menggunakan Bahasa Jawa. Inilah judul Bahasa Jawa yang pertama kali penulis munculkan dalam sebuat artikel. Keinginan menulis ini kebetulan muncul secara tiba-tiba ketika pagi-pagi berangkat ke kantor. Penulis membaca tulisan di kaca belakang sebuah angkot. Sopir saya membangunkan kantuk saya, karena semalam menyelesaikan tugas menulis dari kantor, dengan sebuah pertanyaan ’apa artinya pak?’

Rana Rene Renes

Meski tulisan itu tertera di kaca belakang sebuah angkot, namun bagi penulis, kalimat itu mempunyai makna yang tersendiri. Tulisan ini bukan saja puitis, tetapi juga  enak didengar telinga. Tulisan itu saya kutip dari tulisan yang ada di kaca belakang sebuah angkot berwarna biru yang mondar-mandir di Kota Depok. Bahasa apa itu Pak, tanya sopir saya yang orang Sunda. Itu Bahasa Jawa. Artinya? Saya masih mikir untuk menjawabnya dalam Bahasa Indonesia. Rana itu artinya ke sana. Rene artinya ke sini. Apa iru renes? Apa ya? Saya jadi ingat kata-kata kakek saya atau saya menyebut beliau Embah atau Eyang Kakung atu malah Pak Embah, karena saya cucu pertama yang diambil anak oleh kakek saya. Karena itu saya memanggil beliau Pak Embah, sama kalau memanggil Embah Putri atau Eyang Putri dengan Embok Embah. Embah juga disebut dengan Simbah. Kembali kepada kata renes! Pak Embah sering mengatakan kepada saya bahwa orang yang senang bergaul dengan orang lain akan dikenal oleh banyak orang. Orang lain itu akan suka memberikan sesuatu berupa makanan kecil yang dimakan bersama ketika mengobrol di rumah orang itu. Nah itulah makna renes. Kalau dapat saya tarik kesimpulan, renes artinya sering memperoleh makanan kecil ketika sedang bertandang ke tempat orang lain. Singkat kata, ”rana rene renes” maknanya adalah ”kesana kemari memperolah makanan”.

Tangan Kemlawe, Ilat Kemlamet

Orang Jawa memang suka dengan kata-kata yang bermakna. Penulis sering kata-kata mertua saya, almarhum Bapak Raden Soemarsono, Kepala Dinas Sosial Kab/Kota Mojokerto, yang tidak lain adalah orangtua kandung istri saya, sering mengatakan kepada istri saya ”kemlawe kemlamet”. Apa lagi itu artinya? Yang ’kemlawe’ itu tangan, artinya tangannya suka bekerja, atau melakukan apa saja yang berguna untuk kehidupan. Jadi ’tangan kemlawe’ artinya tangan yang suka bekerja untuk diri sendiri atau untuk membantu orang lain. Apa yang terjadi kalau ”tangan kemlawe”? Yang kita peroleh adalah ’Ilat kemlamet’. ’Ilat artinya lidah. ’Ilat kemlamet’ artinya lidah yang mengecap rasa makanan yang masuk ke mulut kita. Dengan demikian, ’ilat kemlamet’ artinya lidah yang mengecap nikmatnya makanan. Singkat kata, makna kata ’tangan kemlawe, ilat kemlamet’ artinya ”orang yang rajin bekerja, insyaallah akan memperoleh hasil yang dapat dinikmati”.

Dari penjelasan tersebut, maka makna ungkapan ’Rana rene renes’ dan ungkapan ’tangan kemlawe, ilat kemlamet’ sebenarnya sama sebangun. Sesiapa yang tidak diam, atau sesiapa yang suka bekerja keras, dengan pergi ke sana atau ke sini, mereka insyaallah akan memperoleh hasil yang bermanfaat bagi kehidupannya, baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Hikmah Shalat Subuh

Makna ungkapan ’Rana Rene Renes’ dan ’Tangan Kemlawe, Ilat Kemlamet’ sebenarnya memiliki makna yang sama dengan hikmat pelaksanaan shalat subuh. Mengapa manusia harus bangun pagi-pagi untuk menghadap Tugan Yang Maha Kuasa, dan setelah shalat subuh kita bukan harus meneruskan tidurnya, melainkan harus segera ’bertebaran ke muka bumi’. Untuk apa bertebaran ke muka bumi? Untuk bekerja dan berusaha. Atau dengan kata lain adalah agar ’Rana Rene Renes’ dan ’Tangan Kemlawe, Ilat Kemlemet’.

Kecerdasan Ganda Orang Jawa

Bagi penulis, ungkapan orang Jawa tersebut sebenarnya sama saja dengan konsep kecerdasan ganda yang digagas oleh Howard Gardner, khususnya untuk tipe kecerdasan interpersonal dan kecerdasan bodily kinestetik. ’Rana rene renes’ menggambarkan orang yang suka jalan ke sana ke mari, orang yang suka bergaul dengan manusia lain, untuk mencari rezeki yang halal. Bahkan orang sekarang mengatakan untuk ’mencari sesuap nasi semangkuk mutiara’. He heeee. Sama dengan makna ungkapan ’tangan kemlawe, lambe kemlamet’, yang artinya bahwa kita harus bekerja dan berusaha dengan penuh keikhlasan dan ketekunan, agar kita memperoleh hasil yang bermanfaat dalam kehidupan ini, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Mudah-mudahan. Amin.

*) Website: www.suparlan.com; E-mail: me [at] suparlan [dot] com. Konsultan Pembinaan Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah. National Trainer program Australia-Indonesia Basic Education Program.

Depok, Juli 2009.

 

Related Articles

Tak ditemukan hasil apapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Artikel

Lembaga Ad Hoc Pendidikan

***  Pendidikan adalah senjata terkuat yang bisa digunakan untuk mengubah dunia (Nelson Mandela, pejuang anti-apartheid dan politikus Afrika…
Artikel, Budaya, Pendidikan

Membangun Kepercayaan

MEMBANGUN KEPERCAYAAN: BEBERAPA CATATAN DARI HASIL SIMPOSIUM PENDIDIKAN NASIONAL Oleh Suparlan *) *** تَقْوِيمٍ أَحْسَنِفِىٓ ٱلْإِنسَٰنَخَلَقْنَا لَقَدْ Sesungguhnya…