Puisi

Sebuah Interupsi

2 Komentar

Oleh: Winaria Lubis, Dosen FKIP Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Tama Jagakarsa Jakarta Selatan.

 

Pada sudut pikirku menjelma bayangmu…
Masih saja rindu menjamah…
Sedang madahku, tak mampu singkirkanmu…

Ooohhh….
Biarkan aku memelukmu, duhai malam…
Meski langit merintih kesedihan atau wajah alam berubah suram…
Dan angin mengusung cerita, tentang dawai-dawai rinai yang bersenandungkan balada kerinduan…
Kerinduan pada belikat dadaku yang teremas ngilu…
Aku kembali terpuruk sendu…

Sementara halilintar mengalunkan irama gempita…
Laksana dentingan jutaan gong…
Tapi tetap saja aku tak bergeming…
Dari himpitan belenggu rindu…
Aku rindu padamu…

Duhai engkau yang bersembunyi dari balik perut bumi…!!
Bangkitlah dari keegoisanmu…
Mengapa tak sekali pun kau datang dalam mimpiku…??
Tak ibakah hatimu padaku…??
Pada hatiku…??
Pada jantungku…??
Pada mataku…??
Pada otakku…??
Atau tak inginkah engkau membawaku terbang tinggi…??
Menghilang dari kefanaan ini…??

Jakarta, 30 November 2013.

Related Articles

Tak ditemukan hasil apapun.

2 Komentar. Leave new

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Artikel

Lembaga Ad Hoc Pendidikan

***  Pendidikan adalah senjata terkuat yang bisa digunakan untuk mengubah dunia (Nelson Mandela, pejuang anti-apartheid dan politikus Afrika…
Puisi

Teacher

Teacher! Teacher! Look over here At the picture that I drew… It’s a hug and a kiss, Teacher…