ArtikelDunia Islam

Kultum 6: Hafiz Indonesia

Tidak ada komentar

1. Acara YKS hilang di televisi. Banyak orang menangisinya dengan decak kecewa. Muncul pula acara Hafiz Indonesia di televisi yang menghadirkan para hafiz anak-anak dan oleh karena itu banyak pula orang-orang yang mengangis dengan decak kagum dan bangga.
2. Secara tidak sengaja, saya telah membuka yutube dengan sesi tayangan ulang acara Hafiz Indonesia yang menampilkan dua hafiz anak-anak, antara Musa, anak usia 5 tahun 10 bulan dari Bangka, dan Adi usia baru 4 tahun, yang berasal dari Tangerang. Mereka membacakan Surat At Tariq dalam sesi battle estafet. Dalam acara ini, kedua anak-anak cerdas membacakan surat tersebut secara bergantian. Semua penonton memberikan aplaus terhadap dua hafiz anak ini, dan berdecak mengaguminya. Ketika seorang juri diminta untuk memberikan komentar kepada hafiz anak ini, Ustadz Abi turun mencium tangan Musa. Ketika ditanya komentarnya tentang Musa, beliau mengatakan “Saya tidak punya bahasa”, kecuali “subhanallah”. Semua orang berdecak kagum dan meneteskan air mata kebanggaan terhadap Musa dan Adi. Juri Ustaz Abi pun menjelaskan tentang salah satu kehebatan Al-Quran, karena menjadi satu-satunya kitab suci yang dapat dihafalkan.
3. Musa ternyata telah dapat menghafal 29 juz. Kurang satu juz lagi. Musa telah dapat menghafal 29 juz Al-Quran. Sedang Adi masih sangat kelihatan sifat kekanak-kanakannya, seperti duduk di lantai, dan memegang-pegang baju pembawa acara Irfan. Sungguh luar biasa, kita ternyata harus belajar banyak dari kemampuan anak-anak ini yang sebenarnya masih berusia balita. Secara teoritis, usia balita dikenal sebagai usia keemasan (the golden ages) yang mengalami perkembangan kecerdasan secara optimal. Kecerdasan dalam usia ini bukanlah hanya kecerdasan intelektualnya, tetapi juga kecerdasan komprehensif.
4. Masih banyak anak-anak Indonesia yang tampil dalam acara ini. Salah satunya adalah seorang anak dari Pekanbaru bernama Rasjid. Ibunya tidak hafal Al- Quran. Tetapi anak ini sangat cepat dalam menghafalnya, dan lebih aneh lagi, segera bisa lancar berbahasa Arab. Rasjid kebetulan memakai baju khas Arab, lengkap dengan tutup kepalanya. Ketika pembaca acara Saudara Irfan meminta komentar dari Juri Sheh Ali, dan beliau memberikan gelar Syeh untuk Rasjid dari Syeh Ali ini, dan beliau mencoba bercakap-cakap dengan menggunakan Bahasa Arab. Benar sekali! Rasjid pun menjawabnya dengan lancar dalam Bahasa Arab. Semua penonton meneteskan air mata kebanggaan yang luar biasa. Syeh Ali berharap mulai sejak ini, kita dapat menyebut nama Syeh Rasjid kepada hafiz anak bernama Rasjid dari Pekanbaru ini. Juri Syeh Ali ini menambahkan keyakinannya bahwa ketika banyak anak-anak Indonesia yang menjadi hafiz Al-Quran, Indonesia di masa depan menjadi negara yang aman, damai, dan sejahtera.
5. Pembaca Kultum yang dimuliakan Allah Swt. Marilah kita lebih sering menonton acara seperti Hafiz Indonesia ini. Hindari acara-acara lain. Penulis kultum ini tidak malu-malu menyampaikan dalam usia 65 tahun, tidak satu juz pun yang telah dihafalkan. Ya Allah Swt, ampunilah diriku ini.
6. Ketika membuka bagaimana komentar pembaca Yutube tentang kehebatan anak-anak Indonesia, ternyata sebagian besar telah mengucapkan subhanallah, dan saya pun menambahkan kometar sebagai berikut: “Masihkan kita semua meragukan akan datangnya generasi Qurani dan khususnya generasi emas Indonesia? Pendidikan yang berkualitas adalah kunci utamana untuk dapat membuka lebar-lebar pintu datangnya generasi qur’ani itu. Sekali lagi, marilah kita ucapkan “Subhanallah”. Amin.

Tags: Hafiz

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Puisi

Berbeda itu, Satu itu

BERBEDA ITU, SATU ITU   Oleh: Suparlan   Ketika negeri ini telah merdeka, Pada tanggal 17 Agustus 1945,…
Artikel

Lembaga Pendidikan Bestari

  *** Sesungguhnya setetes air hujan itulah yang lama-lama menjadi seluas samurdera (Anoname) Jika hujan adalah kegagalan, dan…