ArtikelBudayaBukuPendidikan

Hipno-Learning-Teaching

248 views
1 Komentar

Semampang masih hangat karena datangnya tahun akademis baru 2016, saya akan coba dengan cara baru untuk memulai mengajar pada tahun akademik 2016 itu. Insya Allah. Dengan cara memanfaatkan sesuatu yang sudah saya miliki, yakni kumpulan kata-kata bijak yang ada dalam naskah buku saya. Sebagaimana informasi, saya biasa menulis kata-kata bijak pada awal bab dalam setiap naskah buku saya. Kadang juga pada awal artikel. Kata-kata bijak, atau pepatah, atau kata-kata mutiara, atau kata-kata hikmah, dan sejenisnya. Gagasan ini muncul tadi pagi, saat membuka jadwal kuliah yang kemarin saya terima dari kaprodi pada hari Jumat minggu lalu. Digunakan untuk apa kata-kata bijak tersebut? Dan bagaimana cara menggunakannya? Inilah penjelasan singkat yang perlu diingat.

Bikin kartu kata-kata bijak

Semua kata-kata bijak tersebut saya tulis dalam kartu. Karena itu saya namakan KARTU KATA BIJAK. Inilah contoh sebagian kecil kartu kata-kata bijak tersebut. Tentu saja kartu itu akan diprint dan digunting-gunting karena nanti akan dibagi-bagikan kepada mahasiswa. Inilah contoh kartu-kartu tersebut.

 ALL THAT IS NOT GIVEN IS LOST (INDIAN PROVERB)
SETIAP TEMPAT ADALAH SEKOLAH, SETIAP ORANG ADALAH GURU, DAN SETIAP BUKU ADALAH ILMU
(ROEM TOPATIMASANG)
JANGAN PERNAH MERAGUKAN KEBERHASILAN SEKELOMPOK KECIL ORANG YANG BERTEKAD MENGUBAH DUNIA, BAHKAN HANYA KELOMPOK SEPERTI ITULAH YANG PERNAH BERHASIL MELAKUKANNYA

(MARGARET MEAD)

Kita bisa membuat sebanyak-banyaknya, karena itulah ilmu yang akan turunkan kepada peserta didik. Sebaiknya kartu tersebut diberi nomor urut, sehingga tidak ada kartu yang sama. Untuk tahap pertama berikan masing-masing peserta didik tiga kartu saja setiap peserta didik. Kocok kartu tersebut dalam berikan kepada peserta didik.

Langkah kedua, adalah DISKUSI. The Golden Card atau Kartu Emas tersebut, peserta didik mendiskusikan makna kata-kata bijak tersebut. Apa hebatannya, dari mana asalnya, dan seterusnya. Misalnya kartu pertama adalah pepatah orang India. Makna mendalam kata-kata bijak ini adalah jika kita tidak pernah memberikan sesuatu kepada orang lain, sesungguhnya kita tidak memiliki apa-apa, karena “semua yang tidak diberikan adalah hilang.” Biarkan peserta didik memberi makna secara bebas. Kemudian, berilah kesempatan kelompok kecil untuk menjelaskan makna kartu-kartu tersebut. Guru dapat memberikan contoh salah satu kartu tersebut. Misalnya kartu pertama. Semua yang tidak diberikan adalah hilang. Setiap manusia diberikan kewajiban memberikan sebagian dari milik kita kepada anak yatim, orang tidak mampu. Sesungguhnya yang telah kita berikan itulah yang telah menjadi milik kita. Sebaliknya yang tidak pernah kita berikan sesungguhnya telah hilang. Itulah makna kartu pertama ALL THAT IS NOT GIVEN IS LOST. Kata-kata mutiara itu diambil dari pepatah orang India. Bukankah makna kata-kata bijak tersebut sangat mulia.

Langkah Ketiga, diisi dengan materi inti, misalnya dengan tema Belajar itu Menyenangkan.   Langkah pertama tersebut sebenarnya masih sebagai APPERSEPSI atau pendahuluan. Berikutnya adalah intinya. Apa saja sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah didesain sebelum memulai pembelajaran. Tulisan ini tidak secara spesifik menjelaskan materi inti pelajaran ini. Oleh karena itu, merilah kita lanjutkan dengan langkah terpenting untuk menggunakan Kartu Emas dengan proses hipnosis, dengan memotivasi menggunakan kartu-kartu tersebut. Bagaimana menggunakan Kartu Emas tersebut? Lakukankan langkah terakhir menggunakan Kartu Emas tersebut.

Langkah keempat, SIMPAN KARTU DI BAWAH BANTAL. Peserta didik diberikan perhatian agar GC atau KE tersebut harus dipandang sebagai hal yang sangat penting dalam pelajaran ini, yakni BELAJAR ITU MENYENANGKAN. Oleh karena itu, jangan sekali-kali membuang kartu tersebut. Sebaliknya karti itu SIMPANLAH DI BAWAH BANTAL, saat peserta didik hendak tidur. Jangan lupa berdo’a sebelum berangkat tidur dengan empat fase:

(1) BETA (14 – 25 Hz). Ini fase terjaga penuh,

(2) ALPHA (8 – 13 Hz), yakni fase rileks, kondisi pura-pura tidur, meditasi (do’a) menuju fase pikiran ke bawah sadar,

(3) THETA (4-7 Hz), RME (rapid eye movement), sangat vital untuk proses pembelajaran dan ingatan, beroptensi terjadi perubahan sikap dan perilaku.

(4) DELTA (0,5 – 3 Hz),

Sebelum sampai ke fase DELTA, bukalah kartu yang disimpan di bawah bantal, dan usahakan untuk membaca kalimatnya berulang kali untuk memotivasi diri secara berulang kali dengan menggunakan Kartu Emas tersebut, dan insya Allah siswa atau peserta didik kemudian akan tidur setelah memasuki fase DELTA, setelah membaca beberapa kali Kartu Emas tersebut. Akhirnya siswa akan mencapai fase DELTA, dengan ciri mata terpejam dan dengan nafas yang teratur.

Apakah yang terjadi pada hari esoknya? Peserta didik akan bangun insya Allah dengan menyimpan dan membawa kata-kata motivasi yang tertulis dalam Kartu Emas tersebut. Apakah cukup dengan sekali langkah tersebut? Tentu saja tidak. Kebiasaan tersebut akan menjadi budaya membaca dan sekaligus mehamani maknanya. Insya Allah. Amin.

*) Laman: www.suparlan.com; Surel: [email protected]; Catatan: Kritik dan masukan terhadap tulisan ini insya Allah akan saya simpan dalam guci emas, untuk penyempurnaan tulisan ini selanjutnya. Amin.

Depok, 4 Maret 2016

Tags: Gerakan Literasi Sekolah, Kata kata Bijak

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Popular Posts

Other Posts