ArtikelBudayaPendidikan

Dua Sektor Unggulan dalam Pembangunan Nasional

69 views
Tidak ada komentar

Oleh Suparlan *)

We cannot discuss the third millennium (the 21st century) without taking education into account
(Tony Blair, 2002)

Pemerintah telah mengabaikan amanah konstitusi dalam penyusunan RAPBN, khususnya untuk sektor pendidikan
(Pandangan FPKS DPR-RI)

Teman lama penulis ketika SEPADYA (Sekolah Pimpinan Administrasi Tingkar Madya) pada tahun 90-an, kini menjadi seorang birokrat di salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat. Beliau menyatakan bahwa sesungguhnya ada dua sektor pembangunan unggulan yang harus menjadi perhatian utama pemerintah. Kedua sektor unggulan itu adalah pendidikan dan perhubungan.

Tanpa mengecilkan arti sektor-sektor pembangunan yang lain, tulisan singkat ini akan mencoba menganalisis dasar pertimbangan pernyataan sang birokrat tersebut, mengapa kedua sektor tersebut menjadi sektor andalan bagi upaya pembangunan bangsa dan negara kita.

Sektor Pendidikan

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang berani menolak dasar pertimbangan mengapa sektor pendidikan menjadi sektor unggulan. Tony Blair, ketika menjadi perdana menteri Kerajaan Inggris, menyatakan dengan tegas tentang pentingnya pendidikan dengan menegaskan: ”pendidikan, pendidikan, dan pendidikan”. We cannot discuss the third millennium (the 21st century) without taking education into account”. Bahkan dari sisi lain komponen penting pendidikan, mantan Menteri Pendidikan, Daud Yusuf, menegaskan bahwa di dunia ini hanya ada dua profesi, yakni guru dan bukan guru.

Untuk ini, Indonesia lebih spesial lagi, karena dalam konstitusinya telah ditegaskan bahwa anggaran pendidikan minimal 20%, baik dari APBN maupun APBD. Ketentuan ini pun  lebih ditegaskan lagi dalam UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa anggaran 20% itu tidak termasuk anggaran untuk gaji guru dan tenaga kependidikan.

Mengapa sektor pendidikan ini menjadi sangat penting dan menjadi sektor unggulan dalam pembangunan nasional suatu negara, termasuk bagi suatu daerah otonom.

Pertama, hasil (outcome) pendidikan memiliki dampak yang besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di suatu daerah atau negara. Pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam berbagai bidang kehidupan, baik ideologi, politik, sosial, ekonomi, dan budaya, amat tergantung dari hasil pendidikan yang berkualitas. Kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan, sebagai contoh, merupakan hasil kerja pendidikan. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kesehatan tidak perlu banyak dilakukan oleh kementerian kesehatan jika proses pendidikan telah berhasil membentuk pengetahuan, sikap, dan keterampilan tentang kesehatan. Dampak langsung maupun tidak langsung juga berlaku terhadap sektor-sektor pembangunan yang lainnya, termasuk sektor yang selama ini dinilai paling penting, yakni sektor ekonomi.

Pembangunan sektor pendidikan akan meningkatkan produktivitas dan daya saing suatu bangsa. Peningkatan produktivitas mempunyai kaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara atau daerah. Tingkat rata-rata pendidikan masyarakat mempunyai korelasi yang berbading lurus dengan tingkat ekonomi masyarakat. Makin tinggi tingkat pendidikan masyarakat, akan makin tinggi pula peran serta masyarakat, termasuk wanitanya. Dengan demikian, makin tinggi tingkat pendidikan masyarakat, makin tinggi pula produktivitas masyarakat. Dengan kata lain, makin tinggi tingkat pendidikan masyarakat, makin tinggi pula income perkapita masyarakat. Dengan demikian, sekali lagi pembangunan sektor pendidikan akan mengangkat secara langsung ataupun tidak langsung sektor ekonomi. Jika sektor ekonomi saja banyak didukung oleh sektor pendidikan, apakah lagi dengan sektor-sektor lainnya.

Kedua, hasil pembangunan sektor pendidikan yang diharapkan adalah dari perubahan sikap mental masyarakat, katakanlah misalnya dalam bidang kesehatan. Pendidikan yang baik pada hakikatnya akan mengubah sikap mental atau kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, misalnya termasuk tentang bahaya narkoba dan bahkan bahaya HIV dan AIDS. Sebagai contoh, di Zambia, remaja usia 15 sampai 19 tahun yang telah menerima pendidikan menengah, memiliki kemungkinan kecil terjangkit virus AIDS daripada mereka yang kurang berpendidikan (UNESCO).

Contoh lain, tingkat pendidikan yang tinggi dalam masyarakat akan berpengaruh secara signifikan terhadap upaya pengendalian laju pertambahan penduduk. Peningkatan rata-rata pendidikan masyarakat akan meningkatkan rata-rata usia kawin, dan dengan demikian akan menekan angka kelahiran, dan pada gilirannya akan menekan angka pertambahan penduduk di suatu negara. Dengan demikian, pembangunan sektor pendidikan akan berpengaruh sangat positif terhadap sektor-sektor lain.

Masih banyak contoh lain yang dapat disebutkan dalam tulisan ini jika kita akan mengkaji tentang dasar pertimbangan mengapa sektor pendidikan memang pantas menjadi sektor unggulan dalam pembangunan nasional.

Sektor Perhubungan (Transportasi) dan Komunikasi (Communication)

Manusia diciptakan sebagai mahluk sosial (homo socius) yang tidak dapat hidup sendirian. Manusia hanya dapat hidup dengan orang lain. Untuk itu, maka manusia perlu komunikasi dengan sesamanya. Bahkan kemampuan berhubungan dengan manusia lain merupakan salah satu dari delapan tipe kecerdasan menurut Howard Gardner, yang dikenal dengan interpersonal intelligence. Tidak hanya sebagai orang secara personal. Sebagai kelompok masyarakat, komunitas kawasan, kelompok bangsa dan negara, kelompok antarbangsa, manusia memerlukan perhubungan dan komunikasi. Perhubungan adalah perpindahan barang dan jasa. Sementara komunikasi adalah perpindahan bukan barang dan bukan jasa.

Pembangunan sektor perhubungan dan komunikasi menjadi sektor andalan dalam pembangunan nasional, karena beberapa dasar pertimbangan sebagai berikut:

Pertama, dampak pembangunan sektor perhubungan yang paling kentara adalah terhadap pertumbuhan ekonomi. Perhubungan yang lancar menjadi pemacu kegiatan distribusi produk barang dan jasa dari satu daerah ke daerah yang lain. Distribusi barang dan jasa yang lancar akan dapat menekan biaya dan dengan demikian menekan harga pasar. Sentra-sentra kegiatan ekonomi akan tumbuh seperti jamur di musim penghujan, jika sektor perhubungannya lancar. Dampak yang paling besar yang kita harapkan dari keberhasilan pembangunan sektor perhubungan adalah pertumbuhan ekonomi negara.

Sebagai gambaran, pembangunan perumahan di Malaysia dimulai dengan membangun jalan di seantero kawasan yang akan dibangun perumahan tersebut. Malaysia telah berhasil membangun ‘lebuh raya” atau high way yang sangat berhasil di kawasan Barat dan Timur Semenanjung Malaya dari Singapura ke Thailand. Dampaknya pertumbuhan sentra-sentra kegiatan ekonomi, sentra-sentra perkebungan di sepanjang jalan-jalan yang dibangun dengan sangat memperhatikan lingkungan. Jika suatu saat Anda dapat berkendaraan roda empat di Malaysia dari satu kawasan ke kawasan lain, maka sejauh mata pemandangan kita akan menyaksikan kebun kelapa sawit di sepanjang perjalanan itu. Lereng gunung yang terpaksa harus dipangkas, atau sisi jalan yang miring di sepanjang jalan itu akan terlihat betapa Malaysia sangat memperhatikan lingkungan. Rumput-rumput pun harus ditanam pada lereng sisi jalan yang miring. Oleh karena itu, sangat jarang berita bencana tanah longsor yang ditimbulkan oleh pembangunan jalan raya di Malaysia.

Besarnya perhatian pemerintah terhadap sektor perhubungan ini tampak dari perhatian kerajaan Malaysia, misalnya pemberian sanksi besar bagi truk-truk pengangkut tanah yang menimbulkan ceceran tanah di sepanjang jalan. Bahkan, pembangunan jalan di kawasan perkotaan dilakukan di malam hari, sehingga tidak sampai menimbulkan kemacetan lalu tintas. Ketika membangun monoril (MRT ataupun LRT) di sepanjang jalan di perkotaan, sama sekali tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas. Penulis kagum dengan sistem ini. Di Jakarta, pembangunan bus way dapat dipastikan akan sangat mengganggu lalu lintas. Pembangunan jalan bus way tampak acak-acakan, dengan beton-beton separasi jalan yang ditaruh seenaknya.

Kedua, dampak positif yang diharapkan dari pembangunan sektor perhubungan adalah terjadinya proses integrasi warga negara dan bangsa. Perhubungan yang lancar akan menimbulkan perpindahan orang dan barang dengan lancar. Perpindahan orang dan barang dapat terjadi dengan lancar akan menimbulkan komunikasi yang lancar antara orang dari satu daerah ke daerah lain. Penulis ingat peristiwa perang suku di Papua. Jika antar kawasan tempat tinggal suku-suku tersebut telah memiliki jalan yang cukup lancar, maka insyaallah kedua suku tersebut mungkin akan sering berkomunikasi, dan dengan demikian akan berdampak positif setidaknya mengurangi terjadinya konflik antarsuku tersebut. Kita akan merasakan sebagai satu kesatuan kelompok atau kesatuan kawasan jika kita dapat berhubungan atau berkomunikasi secara mudah. Selat dan laut di kepulauan Nusantara menjadi faktor yang sangat positif untuk menghubungan antara satu daerah dengan daerah yang lain. Pulau-pulau (nusa) di kawasan ini dihubungkan oleh selat dan laut dengan wahana rakit, perahu, ataupun yang bernama cadik. Kedatuan Sriwijaya dan Kemaharajaan Majapahit pada zamannya telah tumbuh menjadi kerajaan dengan wilayah yang luas berkat kemajuan pembangunan perhibungannya.

Refleksi

Konstitusi kita telah menetapkan anggaran pendidikan minimal 20%. Itu berarti pada tataran konsep kita telah meletakkan sektor pendidikan sebagai sektor andalan dalam pembanunan nasional. Jika mantan presiden Habibie memiliki obsesi yang besar untuk membangun teknologi perhubungan udara dan laut, maka itulah memang sangat strategis, karena Indonesia memang memiliki 17.000 pulau-pulau, yang hanya dapat disatukan dengan pembangunan perhubungan. Dengan meletakkan sektor pendidikan dan perhubungan sebagai sektor andalan dalam sistem pembangunan nasional, insyaallah kita telah berada pada jalur (track) yang benar.  Masalahnya kita tinggal menunggu bukti nyata dalam pelaksanaannya. Sudah tentu, kita perlu konsep yang benar. Lebih dari itu kita memerlukan aksi nyata sebagai pelaksanaan konsep tersebut.

*) Website: www.suparlan.com; E-mail: me [at] suparlan [dot] com.

Jakarta, 5 November 2007

Related Articles

Tak ditemukan hasil apapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Popular Posts

Other Posts