Puisi Hari Guru

Posted 26 CommentsPosted in Artikel, Pendidikan, Puisi

Puisi Hari Guru: Pelita Hatiku Dan kini, akupun mengerti Dirimu yang telah membuatku berarti Yang membuatku bahagia memiliki warna-warna pelangi dan kau membuatku mengerti, bahwa hidup itu untuk dijalani Suatu saat nanti, aku akan kembali untuk membalas jasa-jasamu Bukan dengan apa yang kau berikan dulu atau bahkan, dengan setitik materi yang tak lagi berguna bagimu […]

Guru Sebagai Profesi dan Standar Kompetensinya

Posted 3 CommentsPosted in Artikel, Pendidikan

Salah satu dari enam agenda seratus hari Kabinet Indonesia Bersatu dari Departemen Pendidikan Nasional adalah ‘mencanangkan guru sebagai profesi". Seorang peserta diklat calon instruktur matematika sekolah dasar yang sedang mengikuti kegiatan diklat di Pusat Pengembangan Penataran Guru (PPPG) Matematika Yogyakarta memberikan komentar positif bahwa agenda itu amat fokus dan mendasar. Sementara beberapa peserta lainnya memberikan respon yang netral-netral saya, yakni ‘tunggu dan lihat’ atau ‘wait and see’, sambil menaruh harapan yang besar agar agenda ini memiliki dampak yang amat positif bagi upaya peningkatan kompetensi, perlindungan dan kesejahteraan guru. Secara umum, banyak guru yang menaruh harapan yang besar terhadap pelaksanaan agenda tersebut, minimal sebagai salah satu wujud kepedulian terhadap nasib guru.

ARU: Aku Rela Untukmu

Posted 6 CommentsPosted in Artikel, Budaya, Pendidikan

Dimanakah Aru itu? Lengkapnya Kabupaten Kepulauan Aru. Kabupaten ini baru dibentuk empat tahun yang lalu, sebagai pemekaran dari Kabupaten Maluku Tenggara. Kabupaten Kepulauan Aru sendiri menggunakan Kota Kecamatan Dobo menjadi ibukota Kabupaten Kepulauan Aru. Ibukota kabupaten induknya, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) tetap beribukota Tual. Berbicara tentang Aru, tentu kita masih ingat peristiwa gugurnya pahlawan Trikora Yos Sudarso, yang kapal perangnya ditenggelamkan Belanda di Laut Aru. Di daerah itulah kami bertiga dari Australia-Indonesia Basic Education Program (AIBEP) harus bertugas melaksanakan workshop Whole School Development (WSD) yang diikuti oleh 15 (lima belas) orang peserta dari tiga SMP Satu Atap di kabupaten terpencil ini.