ArtikelDunia Islam

Kultum 8: Islam dan Barack Obama

51 views
4 Komentar

1. Terus terang, sebagaimana manusia biasa, saya pernah terkagum-kagum kepada seorang siswa SD Negeri Menteng ini. Itulah dia si Barack Obama. Maaf saya sebut si, dengan maksud sebagai perkenalan imajiner saya dengan beliau. Kalau ada seseorang yang tidak pernah “tamat” SD di Indonesia, tetapi kemudian menjadi Presiden Negara Paman Sam atau Amerika Serikat, siapa dia kalau bukan Barack Obama.
2. Saya memang sengaja menulisnya dalam Kultum 8, sebagai bahan pelajaran berharga bagi umat Islam, untuk semua kalangan. Saya sengaja mencari sumber dari dunia maya. Ternyata ada sepuluh (10) pendapat Barack Obama terhadap Islam yang sangat perlu kita ketahui. Karena itu, tulisan ini saya beri judul Islam dan Barack Obama.
3. Tulisan ini kurang lengkap kiranya jika kita tidak menjelaskan asal-usul namanya dan apa hubungannya dengan Islam. Barack Obama merupakan keturunan Afrika Amerika, Inggris, Kenya (Luo), dan Irlandia. Keluarga intinya merupakan Keluarga Negara Amerika Serikat. Keluarga Obama adalah Keluarga Negara keturunan Afrika pertama. Keluarga ayah Obama berasal dari suku Luo yang merupakan suku terbesar ketiga di Kenya. Keluarga ayah Obama terutama terpusat di bagian barat provinsi Nyanza. Selain Barack Obama, Barack Obama senior memperanakkan enam putra dan seorang putri lainnya. Lima di antaranya tinggal di Britania atau Amerika Serikat.
4. Barack Hussein Obama adalah Ayah Barack Obama, dilahirkan tahun 1936, meninggal tahun 1982. Ekonom pemerintah Kenya. Hussein Onyango Obama, Kakek Barack Obama (1895-1979) yang bekerja sebagai koki. Awalnya beragama Katolik Roma, ia kemudian berpindah ke agama Islam dan mengambil nama Hussein. Nenek tiri Barack Obama, lahir tahun 1922, merupakan istri ketiga Hussein Onyango Obama (c. 1895-1979. Pada bulan Maret 2008 ketika diwawancarai oleh surat kabar USA Today, ia mengatakan bahwa Barack Obama beragama Kristen, sama seperti ia, dan menyanggah rumor bahwa Barack Obama adalah seorang Muslim.Pada wawancara sebelumnya dengan surat kabar New York Times, ia mengaku adalah seorang “yang percaya kepada kepercayaan Islam.”
5. Nah itu dia, tidak salah jika Barack Obama memiliki hubungan yang spesial dengan Islam, karena kakeknya beragama Islam. Ayah tirinya bahkan kawin dengan orang Indonesia, Sutoro d Jakarta. Itulah sebabnya, Barack kecil pernah bersekolah di SD Negeri Menteng Jakarta, dan kini menjadi Presiden Amerika Serikat yang mewakili Partai Demokrat dalam pemilihan presiden Amerika Serikat.
6. Bagaimana pandangan Barack Obama terhadap Islam? Inilah petikannya.
Pertama, the future must not belong to those who slander the Prophet of Islam. Masa depan tidak harus milik orang-orang yang memfitnah Nabi bagi umat Islam.
Kedua, the sweetest sound I know is the Muslim call to prayer. Suara paling manis yang saya tahu adalah panggilan Muslim untuk berdo’a.
Ketiga, we will convey our deep appreciation for the Islamic faith, which has done so much over the centuries to shape the world – including in my own country. Kami akan menyampaikan penghargaan yang mendalam bagi iman Islam, yang telah melakukan begitu banyak selama berabad-abad untuk membentuk dunia – termasuk di negara saya sendiri.
Keempat, as student of history, I also know civilation’s debt to Islam. Sebagai mahasiswa sejarah, saya juga tahu utang peradaban terhadap Islam.
Kelima, Islam has a proud tradition of tolerance. Islam memiliki tradisi toleransi yang patut dibanggakan.
Keenam, Islam has always been part of America. Islam selalu menjadi bagian dari Amerika.
Ketujuh, we will encourage more Americans to study in Muslim communities. Kami akan mendorong lebih banyak warga Amerika untuk belajar di tengah masyarakat Muslim.
Kedelapan, these rituals remind us of the principles that we hold in common, and Islam’s role in advancing justice, progress, tolerance, and the dignity of all human beings. Tradisi ini mengingatkan kita pada prinsip-prinsip yang kita yakini bersama, dan peran Islam dalam memajukan keadilan, kemajuan, toleransi, dan martabat semua umat manusia.
Kesembilan, America and Islam are not exclusive and need not be in competition. Instead, they overlap, and share common principles of justice and progress, tolerance and the dignity of all human beings. Amerika dan Islam tidak eksklusif dan tidak perlu bersaing. Justru keduanya bertemu dan berbagi prinsip umum keadilan dan kemajuan, toleransi dan martabat semua umat manusia.
Kesepuluh, I made clear that America is not – and never will be – at war with Islam. Saya telah menjelaskan bahwa Amerika tidak sedang — dan tidak akan pernah —berperang dengan Islam.

7. Berdasarkan tulisan tersebut, saya melihat bahwa Barack Obama memiliki hubungan yang khusus dengan Islam dengan pertanyaannya ia mengaku sebagai seorang “yang percaya kepada kepercayaan Islam. Siapa tahu kelak beliau menjadi muallaf? Hanya Allah Swt Yang Maha Tahu.

Depok, 7 Juli 2014.

 

Related Articles

Tak ditemukan hasil apapun.

4 Komentar. Leave new

  • introfeksi agama masing masing… anda tidak percaya yesus… berarti anda jiga tidak mempercayai bapa disorga… penasaran..,??? caritau di alkitab… trima kasih… !!!

    Balas
  • Apapun alasannya, setiap presiden dari sebuah negara yang bernama amerika serikat atau USA telah mengalami pendoktrinan selain dari pensterilan terhadap nilai nilai keislaman. Jadi, kemungkinan kecil akan ada keberpihakan terhadap komunitas islam. Yang jelas kaum yahudi telah menguasai amerika bukan hanya di kulit tapi sampai ke tulang

    Balas
    • Itulah susahnya. Dalam kenyataan sebagai negara Amerika Serikat memang demikian. Tetapi saya melihat sebagai pribadi apa yang dikatakan oleh Barack Obama mungkin tulus. Maklum, dia punya sejarah keturunan Islam. Kita do’akan saja Islam makin berkembang di Amerika Serikat, sehingga dia dapat kembali ke jalan yang benar. Bukankah Allah Swt. sebenarnya akan gampang saja menjadikan umat manusia ini menjadi satu. Tetapi kenyataannya Allah Swt. tidak menghendaki yang demikian. Allah menghendaki umat ini untuk secara bertanggung jawab membangun kebersamaan untuk mencapai kemaslahatan umat. Biarkan saja mereka yang dengan sengaja menghancurkan umat lain akan memperoleh hukuman yang setimpal. Saya baca informasi banyak orang menjadi mualaf bukan karena proses pemaksaan, tetapi proses kesadaran, misalnya sadar tentang kesederhanaan tentang pemakaman raja Saudi Arabia, sadar tentang manfaat hijab bagi wanita, dan banyak yang lain. Oh ya, ingat kisah Nabi Muhammad dengan pengemis Yahudi buta? Yahudi secara pribadi seperti pengemis buta itu adalah juga manusia biasa yang menyadari keluhuran sifat Nabi Muhammad Saw., yang sidik, fathonah, amanah, dan tabligh. Sayangnya, fathonah telah ditangkap KPK. heee. Maaf, salam kepada teman-teman semua. Wallahu ‘alam bishawab.

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Popular Posts

Other Posts

Artikel

Lembaga Ad Hoc Pendidikan

***  Pendidikan adalah senjata terkuat yang bisa digunakan untuk mengubah dunia (Nelson Mandela, pejuang anti-apartheid dan politikus Afrika…