ArtikelDunia IslamPendidikan

Masalah dan Pemecahannya

47 views
Tidak ada komentar

***

No problem can be solved from the same level of consciousness that created it.
(
Albert Einstein)

Every problem comes with a baggage of solutions
(
Santosh Kalwar)

Inside of every problem lies an opportunity.
(
Robert Kiyosaki)

***

Masalah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Ketika Allah SWT menciptakan Adam sebagai ciptaan yang tertinggi derajatnya, maka setanlah yang akan selalu mengganjal kehidupan manusia. Setan telah memohon kepada Allah SWT agar senantiasa dapat menggoda manusia. Itulah sebabnya maka hidup adalah masalah, karena setan senantiasa akan menggodanya, dan godaan ini akan menjadi sumber dari seribu satu masalah yang akan dialami dalam kehidupan anak cucu Adam.

Secara filosofis, Al-Ghazali menyebutkan 6 (enam) sumber masalah dalam kehidupan manusia. Al-Ghazali menjelaskan 6 (enam) sumber masalah tersebut dengan metode tanya jawab dengan para murid-muridnya.

Pertama, apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini? Al-Ghazali menjawab “yang paling dekat adalah kematian”. Allah SWT berfirman bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (QS Ali Imran, 185). Kematian menjadi satu sumber terjadinya masalah, karena ada sebagian manusia yang telah mati bukan karena Allah SWT, seperti tindakan mati bunuh diri, membunuh orang lain, ataupun melakukan tindak korupsi karena seakan tidak ingin cepat mati.

Kedua, apakah yang paling jauh dari diri kita di dunia ini? Imam Ghazali memberikan jawaban bahwa yang paling jauh dari kita di dunia ini adalah “masa lalu”. Yang meski masih kemarin sore, saat itu adalah telah menjadi masa lalu, dan masa lalu tidak akan pernah kembali. Oleh karena itu, kita tidak boleh terbelenggu oleh masa lalu, karena bagaimanapun juga kita tidak akan bisa kembali ke masa lalu. Ada tiga hari dalam kehidupan ini, yakni 1) hari kemarin, 2) hari ini, dan 3) hari esok. Hari kemarin adalah masa lalu yang tidak akan dapat kita gunakan untuk aktivitas apapun. Biarkanlah hari kemarin menjadi masa lalu, dan janganlah masalah hari kemarin kita bawa-bawa pada hari ini. Sementara hari esok, kita belum tahu kita akan sampai atau tidak. Dengan demikian, kita hanya memiliki satu hari, yakni hari inil yang dapat kita gunakan untuk semua urusan kehidupan kita, seperti untuk bertobat, beramal saleh, mengukir prestasi, mengukir sejarah sebagai pejuang, bukan sebagai pecundang, dan sebagainya. Oleh karena itu, jangan tunggu menjadi hari kemarin, karena hari kemarin telah menjadi masa lalu, dan jangan pula tunda melakukan sesuatu pada hari esok, karena kita sama sekali tidak tahu apakah kita akan sampai pada hari esok. Do it now, don’t delay.

Ketiga, apakah yang paling besar di dunia ini? Imam Ghazali menjawab bahwa yang paling besar di dunia ini adalah “nafsu” (QS Al-A’raf, 179). Nafsu inilah yang justru dapat menjerumuskan kita ke neraka, jika kita tidak cerdas dalam menggunakannya.

Keempat, apakah yang paling berat di dunia ni? Imam Ghazali menjelaskan bahwa yang paling berat di dunia ini adalah “memegang amanah” (QS Ahzab, 72). Menjadi pemimpin (khalifah) di muka bumi merupakan salah satu amanah di dunia ini. Tumbuh-tumbuhan, binatang, alam, dan malaikat semua tidak mampu menjalankannya ketika Allah SWT meminta kepada mereka untuk menjadi khalifah di muka bumi. Sementara itu manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehinga banyak di antara manusia yang masuk ke dalam neraka jahanam, karena mereka tidak kuat memegang amanah.

Kelima, apakah yang paling ringan di dunia ini? Untuk menjawab pertanyaan ini Imam Ghazali menjelaskan bahwa yang paling ringan di dunia ini adalah “meninggalkan shalat”. Dalam fenomena sehari-hari, kita memang banyak yang meninggalkan shalat, karena berbagai alasan, seperti kerja belum selesai, rapat, dan seribu satu alasan lainnya.

Keenam, apakah yang paling tajam di dunia ini? Iman Ghazali menjelaskan bahwa yang paling tajam di dunia ini adalah “lidah manusia’. Karena lidahlah dengan mudahnya kita berjanji tidak ditepati, mengucapkan kata-kata kasar, dan kata-kata yang melukai hati dan perasaan saudaranya sendiri.

Beberapa Tip Untuk Mengatasi Masalah Dalam Kehidupan

Tip pertama dan utama untuk mengatasi masalah adalah dengan do’a dan usaha. Do’a mohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan merupakan tip yang paling mujarab, agar kita terhindar dari godaan setan yang terkutuk, dan dilepaskan dari belitan masalah yang kita hadapi. Untuk ini, tidak ada jalan lain kita harus mengadu dan mohon pertolongan dari Allah SWT.

Dalam laman http://www.jokosusilo.com, dijelaskan beberapa tip usaha yang harus kita lakukan untuk mengatasi masalah dengan cara mengoptimalkan kekuatan dari dalam diri kita sendiri. Dengan menucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, tip Joko Susilo tersebut kita utip secara keseluruhan sebagai berikut:

  • The Power of Kepepet. Terkait khususnya dengan sikap suka menunda pekerjaan, salah satu cara mengatasinya dengan menggunakan the power of kepepet. Katakan pada diri kita kalau kita punya waktu tak lama. Mungkin lima menit atau 10 menit untuk menyelesaikan pekerjaan yang harus kita lakukan. Bahkan mungkin dengan pernyataan yang lebih ekstrem, katakan kalau mungkin ini aktivitas terakhir yang bisa kita lakukan di dunia ini. Saya yakin kita akan melakukannya dengan penuh kesungguhan dan tak ada lagi penundaan. Waktu yang singkat akan menekan kita bekerja cepat. Dalam situasi kepepet kita kerap bisa bertindak luar biasa.
  • Cintai Apa yang Anda Lakukan. Apapun profesi atau pekerjaan anda, dan apapun yang anda lakukan, lakukanlah itu dengan penuh kecintaan. Bila kita mencintai apa yang kita lakukan, tak ada kata malas, tak ada kata payah, tak ada kata putus asa. Lakukan yang anda suka dan kebahagiaan akan mengikuti anda. Bisa dalam bentuk uang atau hal lain yang jauh lebih membahagiakan yang tak dapat ditukar hanya sekedar oleh harta.
  • STOP Berpikir Negatif. Positif dan negatif merupakan kedua hal yang selalu akan berdampingan sampai kapanpun. Namun bila kita selalu hanya terjebak dalam kubangan pikiran negatif tak akan pernah ada waktu untuk melihat sebuah persoalan dengan jernih. Misalkan saja kita berkata “ah ini kan sulit”, “mana mungkin saya bisa,” dan segala macam pernyataan sejenis yang hanya melihat aspek negatif suatu hal. Segera alihkan perhatian anda pada hal yang positif. Pada peluang baik dan kesempatan positif dari setiap hal atau peristiwa yang terjadi. Bisa sebagai sebuah kesempatan untuk belajar, untuk menjadi insan yang lebih baik, untuk mendapatkan penghasilan tambahan, untuk membangun jaringan yang lebih luas, untuk meraih cita-cita anda, atau apapun itu. Kalau kita melihat sisi positifnya, dan bukan pada sisi negatifnya, ketakutan yang selama ini menjalar pada diri anda akan berkurang. Dan anda akan merasa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih optimis, dan penuh semangat.
  • Buat Komitmen. Kadang saya dengar pengkomentar yang misal mengetakan sedang kehilangan motivasi atau kurang bersemangat menjalani hidup. Kuncinya, berkomitmenlah secara jujur pada diri kita sendiri. Buat komitmen untuk menjalani hidup yang lebih baik dari detik ke detik, dari menit ke menit, dari jam ke jam, dari hari ke hari, dan dari satu aktivitas ke aktivitas berikutnya. Kemudian katakan komitmen itu pada orang-orang di sekitar anda. Ceritakan perkembangan atau kegiatan yang telah anda lakukan terkait komitmen anda sekecil apapun itu pada orang yang sudah anda beritahu tadi. Kita harus bertanggung jawab pada komitmen yang sudah dibuat. Jangan buat malu diri kita sendiri. Jadikan komitmen yang telah kita katakan sebagai penjaga semangat kita.
  • Mulai ACTION saja. Ya, selanjutnya ACTION saja. Saat mulai ACTION, berarti anda mulai bergerak. Tidak lagi berada di tempat yang sama. Anda sudah melakukan sebuah kemajuan. Sekecil apapun itu! Daripada hanya mengkhawatirkan hal yang tidak jelas atau berangan-angan tanpa pangkal ujung, mulai ACTION saja. Segalanya akan lebih mudah saat anda mulai ACTION.

Akhir Kata

Demikianlah, informasi singkat tentang terjadinya masalah yang sering membelit dalam kehidupan kita, dan sekaligus upaya untuk memecahkan. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang tidak mempunyai masalah. Namun kita harus yakin bahwa “tidak ada masalah tanpa pemecahan”. Amin.

Depok, 16 Februari 2013.

Related Articles

Tak ditemukan hasil apapun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Fill out this field
Fill out this field
Mohon masukan alamat email yang sah.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Popular Posts

Other Posts

Artikel, Dunia Islam

Kultum 2: Amal

1. Puasa hari pertama tahun 2014 ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bapak Muhammad Nuh, berkenan menyampaikan taushiah. Ada…